Surat lamaran pekerjaan merupakan salah satu aspek terpenting yang harus kamu pahami sebelum mulai proses pencarian kerja. Mau kerja di mana pun, menulis surat lamaran pasti rasanya was-was.

Simpel, namun masih banyak disepelekan. Padahal isinya kerap jadi acuan bahan pertimbangan bapak/ibu HRD memutuskan apakah kamu adalah kandidat yang tepat, selain dilihat dari CV, ijazah, dan lampiran berkas pendukung lainnya.

Bisa jadi sebenarnya kamu memiliki kompetensi sesuai perusahaan, namun isi dari surat lamaran pekerjaan belum menggambarkan keahlianmu.

Sayang banget dong, kalau Curriculum Vitae sudah menarik, portofolio maksimal, tapi gara-gara surat lamaran pekerjaan yang kurang oke kamu jadi nggak bisa lanjut ke tahap berikutnya. Melamar pekerjaan itu mudah tapi sulit dipanggilnya.

Oleh sebab itu, dalam surat lamaran pekerjaan wajib memuat keahlian secara garis besar bisa juga disertakan surat pengalaman kerja sebelumnya. Itu jadi tempat paling pas mempromosikan diri.

Mau melamar jadi pramugari, dokter, pegawai, semua butuh surat lamaran.

surat lamaran pekerjaan
Menulis surat lamaran pekerjaan

Surat Lamaran Pekerjaan yang Baik

Seorang penasehat karir di Harvard Extension School, Lina Spencer pernah menyebutkan jika surat lamaran pekerjaan yang baik setidaknya menjabarkan dua pertanyaan penting. 

Yang pertama adalah kenapa kamu adalah kandidat yang cocok atau sesuai dengan perusahaan tersebut. Bisa juga kamu menjelaskan kelebihanmu untuk bidang yang sedang mereka cari. Jika punya prestasi itu akan lebih menguntungkan.

Kedua adalah bagaimana cara kamu menambah value atau keuntungan bagi perusahaan. Nah ini agak-agak tricky.  Jadi kamu harus berhati-hati dalam menjabarkannya.

Dua point di atas sebisa mungkin ditulis dengan kalimat yang padat dan jelas. Agar pihak perusahaan nggak capek lihat tulisanmu yang panjang lebar. Kebayang dong, berapa lamaran pekerjaan yang harus mereka baca?

Mengapa? Umumnya pihak perusahaan hanya butuh waktu kurang dari 10 detik untuk membaca dokumen satu kandidat. Ini berlaku sama baik berpengalaman maupun surat lamaran kerja fresh graduate HRD biasanya hanya membaca sekilas saja.

Mereka memang tidak akan membaca secara detail, cukup skimming. Itu sebabnya buatlah surat lamaran dengan jelas mengandung 2 poin sebelumnya tanpa bertele-tele.

Sebelum Membuat Surat Lamaran

Setelah tau dua poin penting dalam surat lamaran pekerjaan, berikutnya kamu juga perlu paham lebih detail agar dokumenmu diperhitungkan. Seperti:

  • Pahami dan baca ulang syarat-syarat yang dibutuhkan, jangan sampai kamu salah mendaftar. Biasanya syarat setiap instansi dan divisi berbeda-beda sesuai kebutuhan. 

Surat lamaran kerja di bank, jangan digunakan lagi untuk mengajukan lamaran kerja di hotel. Pasti kemampuan yang dicari beda meskipun divisinya hampir sama.

  • Pastikan syarat dan kemampuan yang dicari perusahaan sudah sesuai dengan keahlianmu. Jika sudah pernah mengikuti training dengan keahlian serupa maka sebutkan.

Bisa juga lampirkan berkas seperti ijazah, sertifikat, prestasi dan lain-lain. Untuk foto copy Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, pas foto, surat keterangan catatan kepolisian, dan surat keterangan dari rumah sakit biasanya beberapa perusahaan juga memintanya langsung.

  • Surat lamaran pekerjaan bukanlah rangkuman CV apalagi copiannya. Ada baiknya lebih fokus pada pencapaian dan kontribusimu untuk perusahaan.

Misalnya kamu melamar sebagai bidan, maka surat lamaran kerja bidan yang kamu sertakan harus menunjukkan keterampilan merawat pasien atau mengenali gejala penyakit.

Jika kamu fresh graduate dan memiliki pengalaman magang, maka tuliskan keterampilan saat magang.

  • Gunakan bahasa yang jelas dan tanpa bertele-tele. Menulis lamaran kerja bahasa inggris biasanya akan menambah poin lebih. Apalagi di era saat ini.

Seperti yang kita tahu, keahlian berbahasa asing saat ini jadi idola di banyak perusahaan. Jadi, kalau kamu bisa cobalah untuk membuat surat lamaran kerja bahasa Inggris.

  • Pastikan tulisanmu nggak ada typo ya, apalagi di kalimat-kalimat utama. Itu akan mengurangi nilai.

Cukup dimengerti bukan, hal yang perlu diperhitungkan sebelum membuat lamaran pekerjaan.

menulis surat lamaran pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan harus tulis tangan?

Apakah Harus Ditulis Tangan?

Beberapa perusahaan memang masih ada yang menerapkan aturan ditulis tangan, namun tidak sedikit yang mulai mengambil langkah digital dengan cukup dikirim email atau cukup mengirimkan bentuk doc.

Untuk instansi negara (Pegawai Negeri Sipil dan BUMN) terkadang mengharuskan pelamar mengajukan permohonan kerja dalam bentuk tulisan tangan. Jadi siap-siap ya, surat lamaran kerja guru atau surat lamaran kerja cpns pasti butuh ditulis tangan. 

Tapi nggak ada salahnya loh untuk perusahaan swasta kamu memberikan surat lamaran pekerjaan dengan format tulisan tangan. Bisa jadi mereka sudah bisa membaca kepribadianmu.

Tips Membuat Lamaran Pekerjaan

Next, mari kita membahas tips dan cara membuat surat lamaran pekerjaan. Semoga cara ini akan membuatmu dilirik oleh para user.

Tujuan Surat yang Spesifik

Namanya saja surat sudah semestinya tujuannya ditulis dengan detail dan lebih spesifik. Jika mendapat informasi lebih, kamu bisa langsung menulis nama user atau HRD yang akan membantu proses interview.

Dengan begitu user atau staf HRD akan merasa surat lamaran pekerjaan yang kamu buat lebih personal. Semakin spesifik maka akan semakin bagus responnya.

Lantas bagaimana jika tidak tau siapa user atau HRD yang akan membantu proses lamaran kamu? Gampang banget, kamu bisa coba cari di LinkedIn atau di Google.

Kamu bisa memasukkan nama perusahaan dan bidang yang akan kamu lamar atau bubuhi juga kata kunci lainnya yang mendukung. Setelah itu Google atau LinkedIn akan secara otomatis memberikan spesifik nama user yang kamu cari.

Jika sudah ketemu langsung deh sertakan nama lengkapnya dan jabatannya.

Jangan lupa di bawahnya sertakan pula nama perusahaan yang kamu lamar dan alamatnya.

Misalnya lamaran pekerjaan di PT. Sukses Sentosa, maka tuliskan dengan jelas seperti berikut:

Kepada:
Yth. Bpk Budi Santoso
HRD PT. Sukses Sentosa,
Di tempat

Untuk awalan surat kamu nggak perlu menulis lengkap alamat perusahaan dengan “alamat jl xxxx”. Semua bisa kamu persingkan menjadi “Di tempat”.

surat lamaran pekerjaan bentuk documen
Mengirim surat lamaran

Hindari Copas CV

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di surat lamaran pekerjaan sebisa mungkin kamu tidak menulis ulang rangkuman CV. Itu akan cukup membosankan.

Mulailah bermain dengan kata-kata dan utarakan ketertarikanmu terhadap perusahaan serta keahlian yang kamu tonjolkan.

Ingat enggk perlu bertele-tele. Jelaskan secara terperinci dengan bahasa yang lugas dan bumbui kalimat dengan bahasa-bahasa persuasif yang mempromosikan keahlianmu.

Jika ada keahlianmu yang sesuai dengan syarat, kamu bisa lebih ditekankan itu. 

On iya, untuk biodata secara lengkap tidak perlu kamu tulis lagi di surat lamaran pekerjaan jika di CV sudah ada. Misalnya religi (agama Islam, Kristen, Katolik, Budha), alamat domisili, dan sosial media pastikan sudah ada di CV. Jadi kamu nggak perlu menduplikatnya di lamaran kerja.

Tulis Tujuanmu

Seperti bertamu, buat surat juga harus jelas tujuannya biar nggak salah sasaran. Semakin jelas, maka si penerima surat lamaran pun akan semakin mudah menyeleksi mu.

Jelaskan jika kamu di sana ingin melamar sebagai apa dengan posisi apa, jangan lupa sebutkan juga dari mana kamu mendapatkan informasi lowongan tersebut.

“Dengan hormat Bapak/ ibu HRD, 

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari surat kabar Jakarta Post Selasa 26 Mei 2020 maka saya bermaksud mengajukan lamaran kerja sebagai senior IT pada perusahaan Bapak/ ibu pimpin. 

Saya tertarik untuk menempati posisi tersebut karena sesuai dengan bidang pendidikan dan keahlian saya yakni …… (tuliskan keahlianmu di bidang tersebut dan hal yang bisa kamu lakukan untuk perusahaan)

Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan dokumen pelengkapnya.”

Hindari Mengulang Kata

Emang bener si, perbendaharaan kata sangat diperlukan saat membuat lamaran pekerjaan. Sebisa mungkin jangan mengulang kata yang sama apalagi kata ganti orang pertama, “Saya”.

Untuk menghindarinya kamu bisa langsung fokus pada hal yang ingin kamu jelaskan. Jika ingin membahas keahlian langsung tulis secara berurutan; mampu menganalisis data, terbiasa memimpin, dan cakap dalam berkomunikasi. Seperti itu misalnya.

Jadi nggak perlu lagi deh kamu jabarin semua satu per satu, “saya lampirkan fotokopi KTP, pas foto saya, fotokopi sertifikat, dan dokumen lain yang mendukung keterampilan saya.” Coba ada berapa kata yang diulang dalam satu kalimat? Ini adalah pemborosan!

Fokus, begitulah kuncinya.

tanda tangan surat
Tanda tangan surat lamaran

Bagian Akhir

Last but not least! Pada bagian ini kamu bisa menuliskan minat dan nilai atau keuntungan yang bisa kamu berikan untuk perusahaan. 

Sampaikan dengan rapi sesuai dengan pandanganmu ke depan. Tidak lupa ucapkan terima kasih dan tegaskan jika kamu menunggu kabar baik dari pihak perusahaan.

Tuliskan juga nama lengkap dan nomor telepon hp yang bisa dihubungi pada pojok kanan atas. Sebagai pelengkap kamu bisa bertanda tangan di sana pada bagian kanan bawah disertai tanggal pembuatan surat lamaran dan nama terang.

Sebenarnya tanda tangan ini bersifat tentatif, kamu bisa menggantinya dengan menambahkan nama terang dan tanggal saja.

“Dengan keahlian dan pengalaman mengelola website, saya yakin bisa menambah daya jual dan produk-produk di perusahaan ini.

Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya buat, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan dan sesuai dengan harapan Bapak/ ibu. 

Besar harapan saya bisa bergabung dan ikut membesarkan perusahaan ini. Saya menunggu kabar baik dari Bapak/ Ibu untuk kelanjutan proses lamaran kerja ini. Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Hormat Saya,

Muhammad Khoirul Anam”

Setelah itu tinggal mengirimkan surat lamaran saja deh.

Sebutkan Lampiranmu

Nah, pada bagian akhir jangan lupa untuk menyampaikan jika kamu juga telah melampirkan dokumen-dokumen pelengkap lainnya.

Sebut saja CV, Surat Keterangan Kepolisian, Ijazah, Transkrip Nilai, dan sebagainya. Dokumen ini berikutkan akan memudahkan HRD untuk menganalisis kesiapanmu.

“Adapun bahan pertimbangan saya lampirkan:

  1. Fotokopi Ijazah
  2. Transkrip nilai
  3. Fotokopi KTP
  4. Fotokopi Kartu Keluarga
  5. Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit
  6. dsb”

Untuk contoh surat lamaran pekerjaan kamu bisa coba download di sini. Contoh surat lamaran ini cukup spesifik dan bisa menjadi patokan saat ingin melamar di satu perusahaan.

Mudah dimengerti kan? Semoga tips and trick di atas dapat membantumu mendapatkan kesempatan kerja di kantor harapan ya.

Good luck!

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WhatsApp chat