Sebelum kita membahas berapa lama sekolah pramugari berlangsung, Menjadi seorang pramugari adalah salah satu profesi yang cukup diminati. Profesi pramugari menjanjikan berbagai fasilitas termasuk gaji yang cukup tinggi, jalan jalan gratis, asuransi kesehatan, serta tunjangan tunjangan yang sangat menguntungkan.

Untuk menjadi seorang pramugari, kita harus terlebih dahulu mendaftar ke sekolah pramugari yang akan memberikan pendidikan pramugari sehingga kita siap melakukan berbagai penerbangan domestik dan internasional.

Berapa Lama Sekolah Pramugari?

Berapa Lama Sekolah Pramugari?

Durasi Sekolah Pramugari

Menjadi seorang pramugari dibutuhkan keterampilan khusus. Maka dari itu, pendidikan pramugari dilakukan dengan sangat serius dan profesional. Durasi pendidikan pramugari akan berbeda beda tergantung lembaga penyelenggara. Namun biasanya tidak lebih dari satu tahun.

Dalam kurun waktu yang cukup singkat, calon pramugari/siswa sekolah pramugari diajari beberapa hal termasuk service excellent untuk para penumpang, cara berkomunikasi yang baik dan benar, attitude, teknik penyelamatan.

Seorang pramugari dituntut harus berpenampilan maksimal, tidak lupa juga diajarkan cara make over diri sendiri, modelling serta table manner.

Selain itu, seorang pramugari harus enak dipandang baik itu dari penampilan, attitude hingga cara berjalan. Pramugari yang berjalan bak model berkelas di catwalk, tentu lebih menarik dibanding pramugari yang berjalan dengan gaya tomboy.

Beberapa teknik penyelamatan yang diajarkan antara lain mock up, fire fighting, dan wet drills. Teknik berenang dan aviation knowledge (pengetahuan tentang penerbangan) juga diajarkan. Sehingga setiap sekolah pramugari memastikan siswanya siap bekerja dan memiliki karir yang baik di maskapai tempatnya bernaung kelak.

Mengapa Sekolah Pramugari Memiliki Durasi yang Singkat?

Meskipun waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari satu tahun, jangan khawatir, karena dalam kurun waktu tersebut semua ilmu sudah disampaikan dengan baik. Waktu tersebut juga sudah termasuk tiga bulan PKL atau magang. Siswa sekolah pramugari memiliki kesempatan mempraktikan ilmu yang telah dipelajari secara langsung pada proses ini di maskapai tempat mereka magang.

Hal ini membantu memantapkan dan menajamkan ilmu yang telah mereka dapat selama proses pembelajaran berlangsung.

Pada umumnya, sekolah pramugari berakreditasi A menetapkan durasi pendidikan selama 9 bulan, terdiri dari 6 bulan masa pendidikan dan 3 bulan PKL. Beberapa diantaranya ada yang menetapkan durasi pendidikan selama 7 bulan, terdiri dari 4 bulan masa pendidikan dan 3 bulan magang atau PKL. Durasi pendidikan ini jelas jauh lebih singkat dibanding jenjang pendidikan lain.

Namun dipastikan waktu yang singkat ini digunakan dengan seefektif mungkin untuk menyampaikan seluruh ilmu dan melatih keterampilan. Dengan waktu yang lebih singkat, siswa pramugari lebih cepat bekerja dibandingkan siswa jenjang pendidikan lainnya.

Keuntungan Sekolah Pramugari yang Singkat

Dengan durasi Pendidikan yang singkat, diharapkan biaya operasional pun akan lebih kecil. Biaya Pendidikan pramugari bisa mencapai puluhan juta, dan ini belum termasuk biaya operasional seperti makan, tempat tinggal, serta biaya hidup lainnya. Maka dari itu, durasi Pendidikan yang lebih singkat memungkinkan siswa terjun ke dunia kerja lebih cepat dan menghasilkan uang lebih cepat.

Bandingkan dengan jenjang Pendidikan lainnya yang membutuhkan waktu tiga tahun bahkan lebih, berapa biaya operasional dan biaya Pendidikan yang harus dikeluarkan? Anda bisa menghitungnya sendiri. Jumlahnya bisa mencapai ratusan juta. Sekolah pramugari tentu lebih minim biaya jika dibandingkan pendidikan lainnya karena durasinya lebih singkat, meskipun biaya awalnya mungkin lebih besar.

Penting sekali bagi semua calon siswa sekolah pramugari untuk memilih sekolah pramugari yang tepat, berakreditasi A, serta biaya pendidikannya terjangkau. Java Aviation Academy hadir sebagai salah satu pilihan terbaik baik anda untuk belajar pendidikan pramugari, sehingga anda lebih siap untuk terjun ke dunia aviasi sebagai seorang profesional.

Hai, guys! Kembali lagi nih sama blog JAA. Kali ini kami mau mengulas tentang mitos dan fakta yang berkembang di kalangan calon pramugari dan masyarakat awam.

Mitos dan fakta ini seringkali bikin siapapun jadi overthinking buat sekolah pramugari. Seperti ragu-ragu tapi mau gitu loh.

Buat kalian yang kebetulan lagi pengin banget masuk Java Aviation Academy, nggak ada salahnya baca artikel ini sampai tuntas. Biar kalian makin yakin bahwa nggak semua gosip tentang pramugari di luar sana itu benar.

Ya, namanya aja gosip. Dibuat oleh mereka yang nggak ngerti sama dunia pramugari yang sebenarnya. Jadi seenaknya aja mendeskripsikan bahwa pramugari itu harus begitu dan begini.

Mitos dan fakta seperti apa aja sih yang santer selama ini? Nih udah kami siapin 11 ulasannya:

Apakah Harus Perawan untuk Menjadi Pramugari?

Pramugari Cantik, Pramugari Indonesia, Stewardess

Apakah Pramugari Harus Perawan?

Beberapa tahun belakangan, sebut saja semenjak merebaknya penggunaan internet. Para pencari lowongan kerja biasanya sibuk membaca konten tentang persyaratan masuk dunia kerja.

Akhirnya mereka bertemu dengan konten-konten yang simpang siur karena dibuat hanya dari cerita turun-temurun yang mengandung bumbu hoax yang berlebihan.

Seperti makan micin, membuat siapa saja ketagihan dan menganggapnya kebenaran.

Tak terkecuali dalam membidik lowongan kerja pramugari. Apa iya, kalau mau jadi pramugari harus perawan? Inilah pertanyaan hoax yang paling sakral.

Perawan atau virginity di kebudayaan masyarakat timur maupun barat masih menjadi “momok” dan “tolok ukur” bagi kebaikan seorang perempuan. Termasuk kelayakan pramugari juga digosipkan haruslah diuji melalui tes keperawanan.

Apakah benar demikian? Jawabannya adalah tidak. Pramugari harus perawan itu mitos besar yang didengungkan pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Jadi kalau kelak kamu tes masuk pramugari, nggak bakalan ada yang namanya tes keperawanan. Yang ada hanyalah tes fisik.

Alasan Logis Kenapa Pramugari Tidak Harus Perawan

  • Mirip sama mau jadi model top dunia. Kamu bakal dilihat kondisi fisiknya. Mulai dari berat badan, tinggi badan, kondisi kulit, susunan gigi, panca indera dan caramu dalam presentasi diri yang bisa ditunjang melalui latihan berjalan, berdiri, berbicara, table manner dan make-up.
  • Mungkin banyak yang bertanya, “masuk pramugari masa sih kayak mau jadi model, kenapa?” Ya, inilah sebenarnya tantangan dan value yang wajib diemban oleh tiap pelamar kerja pramugari.
  • Tiap-tiap lini bidang pekerjaan memiliki “standar” tentang bagaimana “look” harus ditampilkan. Menjadi pramugari harus siap dengan segala kualifikasi “look”yang diinginkan perusahaan Airlines.
  • Mengapa? Soalnya pramugari itu adalah pihak yang langsung berinteraksi dengan “customer” pengguna jasa transportasi penerbangan. Maka mereka harus sebisa mungkin memiliki penampilan yang menunjang.

Kalau kamu masuk Java Aviation Academy jangan heran kalau bakal diberikan kelas table manner dan make-up. Penguasaan yang baik akan cara menyajikan makanan, merias wajah dan berpakaian menjadi beberapa topik pembelajaran penting dalam sesi kelas ini.

Jangan lupa ya guys. Pramugari itu adalah cabin crew yang bertugas di garda depan pelayanan dan keselamatan penumpang. Jadi kondisi fisik pramugari, apalagi terkait virginity sama sekali bukan indikator diterima tidaknya seseorang dalam sebuah maskapai.

Daripada bicarakan hal-hal terkait Virginity, alangkah indahnya bila kita membicarakan “look” ini sebagai salah satu kriteria penting fisik pramugari yang mesti diperhatikan. Namun tetap ini bukanlah nilai mutlak yang harus dimiliki pramugari.

Namun yang perlu diingat bahwa “look” atau penampilan yang diujikan perusahaan kepada seorang pramugari selalu memiliki prinsip-prinsip akan etika dan komunikasi. Di mana prinsip ini akan tercermin dari bagaimana gaya busana yang diusung oleh maskapai.

Tentu pernah melihat kan bagaimana sebuah maskapai memiliki “citra” akan “look” nya. Seakan ada nilai tersendiri yang hendak disampaikan melalui penampilan dan busana seorang pramugari?

Sebut saja maskapai yang mengenakan uniform bertema batik, untuk tujuan menyampaikan pesan akan kesenian dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Ini sebetulnya menjadi salah satu “citra” yang hendak ditampilkan melalui gaya busana para pramugari.

Jika melihat dari sudut pandang gender, meletakkan indikator “perawan” pada standar kualifiksi pramugari juga tidak mencerminkan sebuah keadilan gender. Sebab mempertanyakan virginity ini sama saja melakukan usaha-usaha akan politik tubuh.

Atas nama kebaikan dan “standar”, jadi malah melekatkan stigma dan hipotesa yang pada akhirnya tidak menguntungkan seorang perempuan. Memang terkesan membawa kampanye akan moralitas ke dalam dunia kerja, namun di sisi lain fanatisme akan keperawanan ini justru bisa menghalangi masuknya bibit-bibit pramugari yang baik.

Jika mau bicara secara lebih gamblang, virginity meskipun ini “tabu” dan “sakral”, namun seakan bagaikan topik-topik pembicaraan SARA yang sudah seharusnya mulai ditinggalkan dari benak masyarakat awam maupun dari dalam proses rekrutmen tenaga kerja di dunia pramugari sendiri.

Bukan berarti menyalahi sebuah etika, hanya saja tema terkait syarat masuk pramugari harus perawan ini justru akan menggiring opini yang buruk, bahwa seolah-olah tugas dan kerja pramugari ke depannya hanyalah seputar “tubuh”.

Inilah yang kami maksud politik tubuh tadi. Memang benar “look” pramugari dibutuhkan untuk memberikan citra positif akan perusahaan. Hanya saja “virginity” sangat tidak relevan dimasukkan dalam standar kualifikasi penerimaan pramugari di era kontemporer.

Dan jika melihat ke dalam kasus sehari-hari, sebetulnya rekrutmen yang mensyaratkan “perawan” ini telah ditinggalkan sejak lama. Jadi kalau ada yang ingin mendaftar jadi pramugari di era sekarang, Airlines tidak akan menguji keperawanan sebagai bahan pertimbangan diterima tidaknya.

Di bidang pekerjaan lain, seperi masuk kepolisian tentu masih berlaku virginity test begini. Namun sungguh di bidang penerbangan, sekalipun seorang calon pramugari sudah tidak perawan lagi, ia masih bisa memiliki peluang kerja.

Sebab esensi bekerja sebagai pramugari adalah memberikan pelayanan transportasi yang nyaman, menyenangkan, cepat dan aman bagi semua orang. Pramugari bekerja dengan tenaga, pikiran, senyuman dan ketulusan mereka. Bukan dengan tubuh mereka.

Apakah Harus Cantik untuk Jadi Pramugari?

Pramugari Cantik, Pramugari Indonesia, Foto Pramugari dan Pilot

Pramugari Cantik itu Relatif

Masih seputar mitos dan fakta yang beredar. Apakah harus cantik untuk menjadi seorang pramugari? Ya, benar… Ini fakta, kalau kalian mau jadi pramugari itu harus cantik.

“Yach, kak… Kalau aku jelek banget, item, kucel, kusut, kurus, gendut, jerawatan, bopengan, gimana dong kak?”

Oke, dik… semua itu bisa diatur kalau kamu melamar jadi pramugari melalui jalur yang benar, yaitu dengan sekolah pramugari dulu.

Kalian tengok aja masa lalu mereka yang sekarang udah jadi pramugari. Bisa dibilang hanya 30% saja yang memang memiliki kecantikan alami yang membuat siapa saja terkesima.

Indonesia adalah negara tropis, memiliki kulit hitam sawo matang itu hal yang lumrah. Dan nggak ada sejarahnya pramugari harus berkulit putih.

Tapi punya kulit yang bersih itu wajib. Harus rajin mandi, luluran, maskeran dan pakai sunblock ya dik! Bopeng, jerawat, flek pasti musnah dengan bantuan krim dokter dan penanganan di klinik kecantikan yang tepat.

Masalah kucel dan kusut itu bisa diatur kalau rajin perawatan badan dan psikis. Orang kucel dan kusut itu biasanya karena pekerja keras, stress dan suka melupakan diri sendiri.

Alasan Kenapa Pramugari Tidak Harus Cantik

  • Intinya gini sih guys. Cantik itu relatif. Tapi menjadi menarik, rapi dan fleksibel adalah keharusan. Seorang pramugari itu harus benar-benar mau menengok ke dalam dirinya sendiri.
  • Apanya yang ditengok? Ya jelas, kondisi tubuhnya. Orang kalau rajin bercermin dan mengakui kelemahan dirinya, pastilah jadi termotivasi buat memperbaikinya.
  • Kalau merasa punya wajah pas-pas-an, coba belajar make-up artist. Nggak harus kursus MUA dulu karena semua pengetahuan merias wajah ini bisa kita dapatkan di internet. Kalau masuk sekolah pramugari juga bakal diajarin bermake-up yang tepat buat berangkat kerja selama jadi pramugari.
  • Masih nggak percaya, masih menganggap kecantikan sebagai syarat utama jadi pramugari. Cobalah kalian sesekali naik pesawat. Perhatikan para pramugari. Apakah paras mereka seperti Maudy Ayunda, Raisa dan Nagita Slavina semua? Nggak, kan? Apakah tinggi badan mereka seperti Hailey Bieber dan para pemenang kontes kecantikan? Nggak juga, kan?

Kalau boleh ngomong sih, kebanyakan cewek penumpang pesawat kalau lihat pramugari malah merasa dirinya lebih cantik. Para cowok juga akan bilang “eh, kok nih pramugari biasa banget sih mukanya?” Hehehe… intermezo guys.

Tapi pasti kalian sepakat kalau semua pramugari tampil rapi dan menarik? Ya, inilah kecantikan itu. Inilah inner beauty yang terpancar dan didukung dengan fashion, make up dan gesture yang pas.

Kecantikan pramugari terlihat dari bagaimana mereka hadir di dalam pesawat memberikan ketulusan mereka kepada para penumpang. Tidak semua penumpang adalah orang-orang yang memiliki pengalaman terbang.

Banyak kejadian di mana baru pertama kali seseorang naik pesawat, hingga sangat bingung harus bagaimana. Di sinilah tugas pramugari membaca situasi tentang penumpang mana saja yang perlu dipandu.

Kecantikan tubuh itu hanya nilai plus saja yang esensinya adalah aura dan jiwa public service yang terpancar. Pramugari yang sopan dan ramah tentu akan lebih terkenang daripada pramugari yang jutek dan pendiam.

Mungkin banyak penumpang pesawat yang masih sering mendapati pramugarinya terlalu diam, judes, ketus dan tidak informatif sama sekali.

Mereka hanya mondar-mandir dan bahkan tidak bertegur sapa. Ya, tentu merekalah sejatinya pramugari yang belum memiliki kecantikan jiwa.

Cantiknya seorang pramugari adalah dari bagaimana sikap, lisan dan cara mereka hadir di kabin. Ketika penumpang baru masuk, akan langsung menyambut dan tersenyum.

Dan tak lupa menawarkan bantuan mencarikan tempat duduk bagi mereka yang telah sepuh.

Jiwa cantiknya pramugari akan terlihat sekali saat mereka harus melayani penumpang disabilitas. Tentu pernah mendengar berita seorang pramugari menggendong penumpangnya yang disabilitas tidak bisa berjalan? Atau mendorong kursi rodanya?

Menjadi pramugari adalah tentang totalitas dalam menerima tamu. Penumpang pesawat itu ibarat tamu. Dan tamu adalah raja dan ratu yang dapat menikmati segala fasilitas penerbangan di kelas yang ada. Tugas pramugari menyuguhkan berbagai fasilitas ini.

Tugas pramugari yang sangat dekat dengan masyarakat konsumen moda transportasi udara ini membuatnya harus berani tampil cantik secara psikologis. Entah sedang malas bekerja, sedang sedih ataupun sedang memiliki beban pikiran.

Saat bekerja, para pramugari mesti fokus dan sanggup mengontrol dirinya agar memberikan dedikasi sepenuhnya kepada penumpang.

Kecantikan pramugari juga akan teruji saat dirinya harus menegur para penumpang yang masih asik kedapatan main ponsel. Dengan kata-kata seperti apa mereka harus menegur? Ini sebenarnya jarang dipraktekkan pramugari loh.

Masih banyak penumpang yang curi-curi main ponsel padahal sudah mau terbang.

Intinya gini teman-teman, kecantikan itu relatif. Namun menjadi pramugari haruslah memiliki inner beauty yang terpancar melalui “look” nya yang rapi dan sigap. Serta memiliki kepandaian berkomunikasi dengan baik dan sopan.

Apakah Harus Tinggi untuk Jadi Pramugari?

Berapa Tinggi Badan Pramugari Indonesia?

Tinggi Badan Pramugari Selalu Diperhitungkan Memang

Kemudian soal tinggi badan dan berat badan. Seorang pramugari memang harus memiliki tinggi minimal 160 cm. Berat badannya pun harus ideal menurut standar perhitungan Body Mass Index (BMI).

Gimana kalau tinggi badan kalian hanya 155 cm? Atau malah ekstrim banget, 159 cm? Ya, tunda dulu aja proses melamar kerjanya.

Daripada kecewa karena gugur dalam tes fisik. Mending minum suplemen peninggi badan dulu dan rajin berenang? Siapa tahu masih bisa naik tingginya?

Memang kendala utama para calon pramugari biasanya adalah tinggi badannya yang belum memenuhi persyaratan. Mereka jadi sangat khawatir soal itu. Meskipun presentase kekhawatiran ini tidak terlalu banyak. Soalnya tinggi rata-rata perempuan Indonesia memang sudah 160 cm.

Ada indikasi juga kenapa tinggi badan menjadi persyaratan umum masuk dunia kerja pramugari adalah karena tuntutan dari maskapai internasional. Di mana untuk bekerja di maskapai asing, memang pramugari harus punya tinggi yang setara dengan orang-orang luar negeri.

Kita memang bisa menentukan bekerja di maskapai mana setelah lulus sekolah pramugari. Jika memang berniat bekerja di maskapai asing, maka harus siap dengan bekal tinggi badan ini. Supaya tidak gugur dalam tes fisiknya.

Kalau  diulas dari sisi pragmatis dan praktisnya, pramugari tinggi itu karena biar bisa membantu proses kerjanya di pesawat.

Tinggi badan yang kurang membuat seseorang susah melakukan banyak gerakan yang membutuhkan power dan tinggi badan, seperti membuka dan menutup pintu pesawat.

Pasti banyak orang yang mikir gini juga, badan pramugari tinggi soalnya biar cocok pakai uniform? Bak supermodel? Ya, ini ada benarnya juga. Kalau orang tinggi pakai seragam memang jadi bagus. Sehingga membawa citra yang “wah” akan maskapai.

Tingginya badan pramugari kalau menurut JAA sih lebih kepada nilai psikologis dan filosofis ya. Pramugari itu salah satu orang lapangan paling berpengaruh dalam dunia bisnis dan kerja penerbangan. Tinggi badan mereka yang melampaui rata-rata perempuan pada umumnya, memberikan citra yang positif di mata masyarakat konsumen moda transportasi udara ini.

Buat adik-adik calon murid sekolah pramugari, kakak JAA kasih saran nih. Selagi masih sekolah, jangan pasrah sama tinggi badan ya. Apalagi yang umurnya masih belasan tahun. Sangat memungkinkan mengalami penambahan tinggi badan dengan latihan fisik yang tepat.

Tapi kalau badan udah tinggi, dijaga ya berat badannya. Pokoknya index BMI yang paling cocok buat pramugari itu kisaran 20-22 poin deh, untuk tinggi badan 160 cm-an. Idealnya pas, nggak kekurusan dan juga nggak kegendutan.

Nggak lucu juga kan kalau udah punya badan tinggi tapi malah berat badannya belum ideal? Tentu ini juga akan mengurangi nilai tersendiri.

Dan sayangnya ini juga banyak terjadi pada calon pramugari. Di mana tinggi mereka sudah bagus, namun berat badannya masih terlihat kurang, sehingga nampak sangat kurus.

Tips Latihan Fisik Pramugari

Tidak ada salahnya untuk melatih tinggi badan agar maksimal. Banyak sekali jenis-jenis olahraga yang bagus untuk menaikkan tinggi badan, seperti:

  • Swimming
  • Skiping Rope
  • Gym

Meminum susu dan suplemen peninggi badan juga dianjurkan agar berat badan yang dihasilkan ditunjang pula dengan pertumbuhan dan penambahan massa otot.

Semakin cepat menjalani usaha peningkatan tinggi badan akan semakin bagus. Soalnya ada batasan usia di mana konon tinggi badan sudah tidak mau naik lagi, yaitu di umur setelah 20 tahun. Meskipun ini juga bisa dianggap mitos bagi mereka yang menjalani olahraga dan latihan fisik tertentu.

Selalu ada nilai plus bagi mereka yang sungguh-sungguh memiliki target tinggi badan tertentu. Terutama mereka yang berencana masuk sekolah pramugari dulu. Dengan tinggi badan yang bagus, pihak lembaga pendidikan seperti Java Aviation Academy pun tidak akan ragu buat menyalurkan siswa-siswi untuk mendaftar kerja di maskapai milik perusahaan luar negeri.

Namun ada kalanya tinggi badan sudah tidak bisa diatur lagi. Artinya memang sudah “mentok” sampai di situ saja. Kalau sudah begini, ya sudah mau bagaimana lagi? Artinya hanya bisa berharap, semoga ada nilai lebih di dalam diri kita yang bisa menjadikan pihak maskapai tertarik merekrut kita sebagai awak kabinnya.

Soalnya biar bagaimana pun, tinggi badan bukan nilai final yang jadi indikator kelulusan rekrutmen. Masih ada banyak sekali syarat-syarat menjadi pramugari yang mana semua ini masih bisa digali dan diupayakan melalui proses pembelajaran.

Belajarlah kepada mereka yang telah berpengalaman karena mereka adalah orang-orang yang tiap tahun mengupdate pengetahuan tentang bagaimana proses rekrutmen terjadi di lapangan.

Janganlah merasa sudah menang hanya karena memiliki tinggi badan.

Namun juga jangan merasa kalah hanya kekurangan tinggi badan. Semoga dengan proses transfer ilmu dan keterampilan melalui sekolah pramugari. Ini semua bisa jadi bekal yang menunjang karir.

Apakah Pramugari Tidak Boleh Minus?

Mata Minus Pramugari, Pramugari Berkacamata Apa Boleh?

Tenang, Mata Minus Masih Boleh

Ini adalah pertanyaan yang bisa dibilang mitos. Soalnya, pada prakteknya, pramugari boleh kok memiliki mata minus.

Mata minus menjadi salah satu permasalahan besar dalam dunia kerja jika tidak diperhatikan dengan baik. Apalagi dalam dunia kerja pramugari, ini dapat menghambat keseharian saat kerja.

Bagaimana ketika kerja namun memiliki mata buram? Sudah tentu akan kesulitan mengenali wajah penumpang. Dan kesulitan dalam melayani para penumpang pesawat. Bahkan untuk melihat nomor-nomor kursi saja tidak sanggup.

Untuk itulah, kondisi kesehatan mata seorang pramugari harus memungkinkan untuk bekerja. Rabun jauh diperbolehkan, asalkan pramugarinya sadar diri untuk memakai alat bantu penglihatan. Dan jika seorang pramugari memiliki mata yang sehat, ini jauh lebih baik.

Gangguan mata Miopi atau rabun jauh memang mengerikan. Tapi sayangnya banyak dialami oleh kita karena kurangnya perhatian dan perawatan mata di masa kanak-kanak hingga remaja.

Kesehatan mata itu penting dijaga sejak dini. Tapi kalau sudah terlanjur kena mata minus, ya sudah mau bagaimana lagi?

Nah, kalau kamu berniat masuk ke sekolah pramugari, tapi matamu minus, apa kelak bakal diterima kerja?

Ya, masih ada harapan buatmu selama minusnya tidak sangat banyak dan masih bisa ditunjang dengan alat optik.

Kondisi bola mata dengan minus sangat tinggi biasanya pun sudah susah dikoreksi penglihatannya dengan alat optik. Apalagi kalau mau jadi pramugari itu dilarang berkacamata.

“Loh, kok dilarang berkacamata, kak? Katanya boleh minus?” Ya… ya… itu benar. Kamu boleh minus, tapi pas kerja nggak boleh pakai kacamata.

Kalau lagi bertugas kerja, kamu dilarang terbang pakai kacamata. Kamu hanya boleh pakai softlens. Ini pun softlensnya nggak boleh yang warna-warni dan bercorak, jadi harus warna netral seperti bening atau coklat polos aja.

Jadi kesimpulannya, kalau ada yang nanya apa pramugari nggak boleh minus? Ini pertanyaan benar-benar mitos besar. Kenyataannya, maskapai manapun memperbolehkan flight attendant-nya memiliki mata minus.

Tips sederhana buat kalian yang pengin jadi pramugari. Usahakan untuk senantiasa menjaga kesehatan mata. Kalau punya mata minus, rawatlah dengan rajin memakan asupan makanan bervitamin A.

Sekalipun punya mata minus, kamu masih bisa kok menggapai profesi ini karena pramugari itu bukan tentara yang harus benar-benar clear penglihatannya tanpa alat bantu.

Tapi bukan berarti Miopi dikompromi dalam dunia kerja penerbangan ini ya. Kalau ada murid yang bebas minus matanya dan lebih memenuhi standar kualifikasi maskapai. Ya para penderita rabun jauh harus siap menerima kekalahan dalam seleksi masuk.

Ada beberapa tips yang dipraktekkan para pramugari dengan kondisi mata minus agar saat kerja tidak terganggu karena Miopinya ini. Biar bagaimana pun tidak bisa dipungkiri kalau pemakaian soflens dalam jangka waktu lama itu sangat membuat mata kering, perih dan tidak nyaman.

Tips untuk Pramugari yang Bermata Minus

Berikut adalah tips pemakaian softlens untuk para pramugari:

  • Pilihlah softlens dengan ukuran paling sesuai.
  • Bersihkan dengan cairan pembersih sebelum dipakai softlensnya
  • Basuh wajah dan kelopak mata dengan air. Tetesi bola mata dengan obat tetes mata dulu biar bening dan tidak kering
  • Mulai tempelkan softlens secara perlahan. Jangan sampai terbalik agar tidak mengganjal
  • Berkedip-kediplah hingga benar-benar pas lensa kontaknya. Jangan sampai ada yang mengganjal
  • Selalu bawa softlens cadangan saat akan bekerja
  • Bawa pula kotak penyimpanan softlens dan cairan pembersihnya
  • Selalu sediakan tissue atau sapu tangan untuk mengelap air mata yang kadang suka keluar
  • Perhatikan jam mulai pasang softlens
  • Sebaiknya softlens hanya digunakan 8 jam sehari
  • Jika pekerjaan sangat padat, bisa digunakan lebih dari 8 jam sehari. Dengan catatan softlensnya dikeluarkan dulu dari bola mata dan dibersihkan
  • Sebisa mungkin untuk segera melepas softlens setelah selesai kerja dan ganti pakai kacamata atau tidak usah sama sekali

Itulah beberapa tips penggunaan softlens yang bisa dipraktekkan sejak pertama kali pakai hingga dilepas lagi. Oleh karena bekerja sebagai pramugari tidak akan terlalu bersinggungan dengan debu, kemungkinan pemakaian lensa kontak saat kerja tidak akan menganggu.

Meski memakai softlens sudah bagus. Ada kalanya kita juga ingin benar-benar sembuh dari Miopi. Adakah cara menyembuhkan rabun jauh secara total?

Ternyata ada loh! Dan ini dalam dunia kedokteran sudah sangat banyak sekali dipraktekkan, yaitu dengan jalan operasi lasik mata.

Operasi lasik mata adalah sebuah prosedur operasi menghilangkan rabun jauh hingga 99% keberhasilan. Orang yang sudah lasik mata, akan bisa melihat jernih lagi seperti orang normal. Tidak perlu pakai kacamata, sungguh Miopi telah hilang.

Bagaimana? Apakah adik-adik JAA bersedia operasi lasik mata sebelum masuk ke sekolah pramugari? Jika ya, pastikan melakukannya minimal 2 tahun sebelum daftar jadi pramugari ya. Atau setahun sebelum belajar di sekolah.

Soalnya biar ada tenggat waktu penyesuaian penglihatan pasca operasi ini. Dan biar lebih safety dan nyaman aja pasca operasi. Meskipun banyak orang telah memberikan testimoni bahwa lasik mata bisa diketahui hasilnya maksimal antara 1-2 minggu pasca operasi.

Pokoknya benar-benar ada jeda waktu latihan dan penyesuaian mata. Agar benar-benar sembuh pasca operasi dan mampu recovery dengan baik.

Apakah Pramugari Boleh Memakai Behel?

Behel Pramugari, Pramugari Indonesia Pakai Behel

Senyuman Sempurna Seorang Pramugari, Seperti Apa Ya?

Kalau menurutmu, gigi seorang pramugari harus rapi atau berantakan? Ya, tentu saja harus rapi. Kalau belum rapi, berarti harus pakai behel.

Kalian tahu behel, kan? Itu loh alat yang bisa dipakai buat merapikan gigi. Terdapat dua jenis behel, yaitu behel lepasan (cekat) dan behel permanen.

Behel lepasan biasanya dipakai untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak terlalu parah kacaunya, misalnya hanya diastema ringan.

Sedangkan behel permanen dipakai buat jangka waktu lama dan dipasang melekat di gigi. Baik behel cekat maupun lepasan, selama dikerjakan oleh dokter gigi, maka aman-aman saja.

Sedangkan kalau dikerjakannya oleh tukang salon kecantikan atau tukang gigi, itu yang perlu diwaspadai karena mereka tidak memiliki kualifikasi dan ijin melakukan itu.

Bahkan pada dokter gigi umum pun, mereka tidak memiliki keahlian memasang kawat gigi. Oleh karenanya, jika mau merawat gigi berjejal, tonggos maupun berantakan, sebaiknya diserahkan kepada dokter spesialis ortodonti.

 “Kak, gigiku rapi kok susunannya. Tapi kusam dan kekuningan gitu? Diterima jadi pramugari nggak ya?” Hmm… kalau ada yang nanya gini. Bakal kakak JAA ajakin ke dokter gigi aja ah? Mana ada dokter gigi zaman sekarang yang nggak bisa mutihin gigi dalam sekejap?

Masalah-Masalah Kesehatan Gigi Pramugari

Oke, nih udah kakak susunin masalah dan solusi tentang gigi yang biasanya dialami para calon pramugari:

Crowded Teeth

Gigi berjejal dalam dunia kedokteran disebut crowded teeth, bisa ditangani dengan kawat gigi. Proses pemakaian behel ini wajib dilakukan sebelum melamar kerja ya. Kalau kamu melamar kerja dalam kondisi gigi masih berkawat, otomatis bakal diminta dilepas.

Tujuan pemakaian kawat orthodonti memang adalah untuk memperbaiki susunan gigi-geligi yang maloklusi, deepbite, openbite, crowded atau memiliki high canine yang terkenal dengan nama gigi gingsul.

Kalau emang merasa punya gigi tonggos, gingsul dan berjejal. Buruan aja ke spesialis orthodonti biar segera mendapatkan perawatan. Soalnya perawatan gigi itu kan lama, minimal 2 tahun baru bisa rapih.

Discoloration Teeth

Bisa terjadi karena trauma, misalnya benturan hingga menyebabkan gigi nekrosis (mati) yang membuat jaringan mahkota jadi berwarna abu-abu, coklat, kehijauan atau malah hitam.

Seringnya menimpa gigi anterior calon pramugari yang kebetulan pernah kecelakaan terbentur di masa lalu. Tapi kasus ini tentu tidak akan ditemui di dalam sekolah pramugari maupun sesi wawancara di Airlines. Soalnya calon pramugari udah sadar buat memperbaiki giginya segera.

Solusi diskolorasi gigi adalah dengan bleaching internal. Namun pada beberapa kasus harus dilakukan pencabutan karena tulang dan soket penyangga gigi sudah tidak memungkinkan untuk proses bleacing.

Diskolorasi ringan yang disebabkan karena kebiasaan minum kopi atau teh juga bisa diatasi dengan teknik veneer gigi.

Pelapisan gigi dengan bahan komposit atau porselen ini terbukti bisa memberikan kesan putih dan rapi pada gigi.

Tapi pastikan pasang veneernya di dokter gigi ya? Bukan di tukang dan salon abal-abal karena yang ada bakalan rusak giginya.

Missing Teeth

Buat yang merasa ompong tapi cantik dan pengin banget jadi pramugari. Jangan sedih ya! Dentist akan membantumu mendapatkan gigi lagi dengan beberapa teknik, seperti pembuatan dentures (gigi palsu), brigde (jembatan gigi), crown (pasak mahkota) atau implant (tanam gigi).

“Apa boleh kak, punya gigi palsu kalau jadi pramugari?” Tentu saja boleh! Yang nggak boleh itu kalau gigimu hilang. Ini akan sangat mengganggu pemandangan dan kesehatan.

Jadi buat yang merasa giginya ompong atau udah lepas tapi akarnya masih ada. Buruan deh, selama masih sekolah pramugari, dicabut aja akarnya dan diganti pakai gigi palsu dengan aneka teknik di atas.

Caries Teeth

Kalau boleh jujur, 80% calon pramugari memiliki masalah gigi berlubang. Entah yang masih ada atau sudah disembuhkan.

Karies gigi adalah lubang pada gigi yang muncul karena penggerusan lapisan email oleh bakteri, penumpukan plak dan kalkulus, serta karena fraktur mahkota yang menembus dentin hingga kamar pulpa.

Nggak usah bingung kalau gigimu berlubang. Segera dilakukan restoration alias penambalan ya. Penambalan boleh pakai metode apa aja kok. Misalnya tumpatan komposit maupun GIC.

Banyak loh murid sekolah pramugari yang kejar-kejaran buat nambal giginya hanya karena banyak karies ini. Jadi nggak ada kata terlambat buat memiliki senyum sempurna.

Selain harus merapikan dan merawat gigi bermasalah. Para calon pramugari maupun mereka yang telah bekerja, sebaiknya juga rutin check up dokter gigi. Minimal 6 bulan sekali.

Apa yang akan dilakukan selama 6 bulan ini? Tentu saja adalah dental check up, untuk mengetahui apakah kondisi giginya baik-baik saja atau malah justru sudah muncul karies kecil di lapisan email maupun dentin.

Kunjungan 6 bulan sekali ini juga bisa dipakai untuk melakukan scaling, yaitu perawatan menghilangkan timbunan karang gigi, plak, stain dan aneka noda di gigi.

Karang gigi yang dibiarkan dalam tempo waktu lama bisa sangat berbahaya karena dapat memicu aneka penyakit periodontis dan gingival, seperti gigi goyang, gusi berdarah dan halitosis.

Apakah Pramugari Boleh Berhijab?

Pramugari Berhijab, Maskapai yang Bolehin Hijab

Pramugari Berhijab Boleh Kok

Menjadi pramugari boleh nggak sih berhijab? Kabar baik buat teman-teman muslimah kalau sekarang sudah makin banyak maskapai yang memperbolehkan pramugarinya berhijab loh?

Maskapai Indonesia yang Memperbolehkan Pemakaian Hijab

Hampir seluruh maskapai penerbangan di Indonesia memperbolehkan awak kabinnya berhijab. Apa sajakah itu?

  • NAM Air
  • Sriwijaya Air
  • Citilink
  • Lion Air

Jadi jangan ragu lagi buat kalian yang pengin tetap berhijab selama masa kerja. Daerah di Indonesia seperti Aceh juga mewajibkan seluruh pramugari yang terbang di wilayahnya untuk memakai hijab.

Mungkin ada yang bertanya sambil nyinyir, “ah palingan hijabnya kalau bawa rombongan haji doang?” Hmm, jangan begitu ya? Coba di cross-check aja dulu. Benar apa nggak kalau maskapai-maskapai itu bolehin awak kabinnya berhijab?

Memang benar bahwa sebelum adanya tren penggunaan hijab di maskapai, sebelumnya di dalam transportasi penerbangan Indonesia sudah bukan pemandangan baru. Terkadang ada pramugari yang berhijab. Bahkan memang diwajibkan.

Yaitu ketika mereka harus terbang dari dan ke seluruh wilayah Aceh yang memang sejak menerapkan Perda Syariah di wilayahnya. Di mana seluruh perempuan muslimah yang tinggal di Aceh, wajib berhijab, di mana pun dan ke manapun dirinya berada.

Jadi tak heran bila seluruh pramugari dari seluruh maskapai yang melayani rute dari dan ke Aceh pasti berhijab. Bahkan beberapa pramugari yang non muslim pun menghormati peraturan ini dengan ikut berhijab,

Selain itu, dalam momentum membawa rombongan haji misalnya. Para pramugarinya juga pasti berhijab. Seperti maskapai Garuda Indonesia misalnya yang selama ini belum menunjukkan tanda-tanda pembolehan berhijab di Airlinesnya, kalau bawa rombongan penumpang yang berangkat maupun pulang dari tanah suci pasti berhijab.

Sampai-sampai Garuda Indonesia juga merekrut pramugari khusus yang memang ditugaskan dalam rombongan haji ini. Di mana para pramugari ini boleh berasal dari kalangan awam yang belum pernah sekolah pramugari.

Batasan usianya pun yaitu 54 tahun. Wah, sepertinya ini untuk menunjang kebutuhan akan awak kabin khusus membawa rombongan haji yang biasanya memang sudah sepuh, ya?

Murid sekolah pramugari JAA juga ada loh yang berhijab. Yuk segera daftar Java Aviation Academy. Nggak usah ragu karena masalah hijab ini. Sebab pandangan dan pola pikir perusahaan Airlines makin kesini makin terbuka terhadap hukum syariah.

Mari kita ulas sedikit bagaimana dan mengapa bisa terjadi, hijab diperbolehkan digunakan oleh maskapai-maskapai di Indonesia. Yang notabene sejak dulu tidak ada wacana hijab ini.

Kalau JAA lihat ini tidak lepas dari tren dari masyarakat dunia kerja sendiri. Maksudnya banyak perusahaan Airlines telah memiliki sifat terbuka untuk menerima budaya Islam sebagai sebuah budaya massa yang mayoritas.

Ketika para pramugari adalah seorang perempuan muslim. Sudah tentu maskapai harus memberikan jaminan akan kenyamanan dan keamanan bekerja dalam konteks syariat Islam. Yaitu memperbolehkan para pekerjanya yang perempuan berhijab.

Ijin penggunaan hijab di antara awak kabin juga menjadi wujud dari implementasi kesetaraan gender. Bahwa perempuan bekerja bukan dinilai dari tubuhnya yang molek dan semampai. Namun benar-benar dari keterampilan dan kemampuan mereka melakukan tugas-tugas seorang cabin crew.

Berhijab maupun tidak berhijab dalam lingkungan kerja karyawati beragama Islam memang dilematis. Di lain sisi ingin menjalankan syariat, namun di sisi lain dunia karir belum membuka jalannya.

Tapi itu adalah ketakutan di masa lalu. Soalnya di zaman sekarang, kalau adik-adik JAA benar-benar yakin. Mereka yang berhijab pun masih bisa berkarir di dunia penerbangan ini. Maskapai Indonesia telah terbuka. Dan tenang saja, banyak maskapai asing pula yang mewajibkan awak kabin perempuannya berhijab.

Sebut saja maskapai dari Saudi Arabia.

Jadi jangan lagi mengatakan bahwa pramugari itu tidak boleh berhijab ya. Pemikiran ini sudah tidak relevan lagi dengan kondisi real di lapangan. Tinggal pilihan masing-masing saja bagi para pramugari muslimah. Apakah mau berhijab saat kerja atau tidak?

Semua ada kebaikan dan value masing-masing. Dan semua tidak ada yang salah. Berhijab itu memang kewajiban dan syariat Islam. Namun sesungguhnya kesadaran berhijab itu melalui proses yang tidak mudah dan seringkali lama.

Apakah Pramugari Boleh Menikah?

Pramugari Nikah, Pramugari Punya Anak

Ketika Pramugari Menikah, Ini Resikonya

Sebelum memutuskan sekolah pramugari, bertanyalah pada diri sendiri dulu. Apakah sudah siap buat menahan keinginan menikah muda?

Loh… apakah ini artinya pramugari dilarang menikah muda? Ya, bisa dibilang sebaiknya sih jangan menikah dulu. Kecuali kalau yang sudah terlanjur menikah. Mau bagaimana lagi?

Di zaman dulu, seorang pramugari memang nggak boleh menikah ataupun berstatus janda saat melamar kerjanya. Tapi sekarang nggak ada “aturan” seperti itu dalam syarat masuknya.

Jadi kalau kebetulan kamu sudah menikah dan punya anak, masih bisa kok daftar jadi pramugari. Batasan usia ideal untuk melamar pramugari adalah 18-21 tahun-an. Ini presentasi diterima masih sangat besar.

Buat kamu yang sudah menikah muda, tapi pada suatu hari bermimpi jadi pramugari. Atau kamu yang dulunya pernah jadi pramugari, tapi malah terpaksa keluar karena nikah. Masih bisa banget buat coba seleksi masuk lagi.

Jadi mitos atau fakta nih kalau pramugari boleh menikah? Ya tentu saja ini fakta… Boleh banget menikah. Asal tidak menganggu proses kerja. Tapi kalau berdasarkan pengamatan JAA, banyak pramugari betah hidup single. Kalau kamu masih single atau udah nikah?

Tapi kalau bisa sih benar-benar sebaiknya jangan menikah dulu. Hmm… kok jadi muter-muter gini nih jawabannya ya? Ya intinya gini, menikah itu boleh. Tapi jangan menikah dulu itu lebih baik.

Selalu ada keajaiban dan peningkatan karir cemerlang bagi para pramugari yang masih single. Kalau menikah masih di umur 19-21 tahun itu ibarat memangkas waktu produktif kerja.

Anak muda memang baiknya memiliki waktu lebih banyak untuk bekerja dan menggapai cita-cita dulu. Meskipun perempuan, tentunya tiap orang ingin menggapai kesuksesan bukan?

Memang ada banyak perempuan mimpi segera menikah dan memiliki anak. Namun pandangan ini bisa segera dimusnahkan apabila hati dan pikiran kita terpaut kepada tujuan-tujuan hidup yang lebih luas.

Menjadi single itu memang berat. Apalagi menjadi single yang bekerja sebagai pramugari. Terkadang ada hari di mana rasa lelah bekerja membuat kita ingin segera mengakhiri saja semuanya. Mending juga nikah?

Enak kalau nikah.

Yang bekerja adalah suami. Kita hanya tinggal di rumah saja mengurus rumah tangga.

Tapi… sepertinya pikiran macam ini tidak akan dengan mudah menjangkiti para pramugari ya?

Soalnya mereka kan adalah perempuan-perempuan tangguh yang bekerja keras menjadi berdikari dan mandiri.

Merasa lemah karena pekerjaan sebagai pramugari sangat melelahkan, tidak berarti harus menyerah begitu saja.

Hari ini boleh mengeluh karena hidup sendiri itu berat. Tapi besok jangan mengeluh lagi ya?

Lihat saja bagaimana perjuangan hidup para pramugari senior? Mereka benar-benar tak kenal lelah buat survive dan adaptasi.

Mereka bisa menjadi pramugari yang positif meskipun kehidupan asmaranya barangkali sangat menyedihkan.

Ya ampun… kok JAA jadi melankolis begini ya ngasih wejangannya?

Hmm.. Ya, biarin deh melow yang penting kita semua kuat dengan segala risiko.

Kalau sudah nggak kuat lagi hidup jomblo. Ya udah nikah aja… nggak ada larangan untuk menikah. Asalkan benar-benar tahu bagaimana rulenya dan apa saja konsekuensinya.

Misalnya kalau perempuan nikah, pastinya kan dalam waktu dekat yang direncanakan maupun tidak direncanakan. Pasti bakalan hamil, kan?

Nah, ini mesti dipikirkan matang-matang.

Kalau pramugari hamil, itu harusnya bagaimana? Apakah cuti dulu atau gimana? Penasaran kan jawabannya? Makanya sekolah pramugari dulu di JAA.

Nanti kami ajarin tips dan trik bertahan dalam dunia kerja, walaupun sudah menikah dan punya anak.

Ada kalanya kita mesti belajar dari pengalaman orang lain. Tahukah bahwa Java Aviation Academy pun berisi orang-orang berpengalaman itu. Kami telah melalui proses kehidupan yang manis maupun pahit dalam dunia kerja.

Staff kami adalah orang-orang lapangan yang mengerti dan paham tentang bagaimana hidup jomblo, single maupun berkeluarga di tengah bekerja.

Staff kami juga adalah para pramugari aktif, para pilot aktif dan mereka yang memang saat ini masih aktif dalam dunia penerbangan.

Rasanya pengin kan nanya-nanya sama kami, bagaimana sih mengatasi permasalahan romantika dalam kerja macam ini.

Menikah itu enak nggak sih?

Apa menikah menghambat kerja atau nggak? Semua itu bisa dijawab kalau kalian sekolah di sini.

Hmm… admin jadi promosi terus nih. Ya habis mau bagaimana lagi kalau dihadapkan pada tesis tentang pernikahan.

Rasanya jadi pengin curhat berdasarkan sudut pandang pribadi saja.

Apakah Pramugari Harus Bisa Berenang?

Latihan Renang Pramugari, Latihan Resque Penumpang Pesawat

Latihan Renang Bareng Pesawatnya di Kolam?

Jangan berkata bahwa pramugari itu tugasnya cuma melayani penumpang sebagai steward di pesawat. Itu salah, apalagi nyangka mereka cuma waitress. Ini juga kurang tepat.

Di dalam sebuah pesawat yang sedang terbang, nyawa semua orang tergantung pada ketetapan Tuhan. Namun nasibnya seakan dititipkan ke pilot dan kondisi mesin pesawat.

Para pramugari memiliki peran sebagai garda depan keselamatan penumpang karena posisi mereka yang sangat dekat dengan penumpang. Keahlian berenang ini sebenarnya adalah salah satu kemampuan dasar keselamatan kerja yang wajib dimiliki.

Jadi apakah pramugari harus bisa berenang? Ya ini benar dan ini fakta… Kalian wajib bisa berenang kalau mau jadi pramugari. Apa bakalan benar-benar dites? Ya, JAA akan bilang benar-benar dites.

Uji Coba Kemampuan Berenang Pramugari

Tes renang pramugari diuji dalam sebuah sesi pelatihan Ditching atau penyelamatan penumpang saat terjadi kecelakaan. Beberapa keahlian renang yang bakal diuji, seperti:

  • Renang gaya apapun tanpa pelampung (asal bukan gaya botol tenggelam ya?)
  • Berenang memakai pelampung dan aneka Live Support Kit
  • Tetap bisa berenang menyelamatkan diri sambil berusaha menyelamatkan penumpang, mengevakuasi ke perahu karet

Coba dibayangin deh guys? Sangat menantang banget, kan? Dan yang perlu kalian ingat adalah jika terjadi kecelakan, maka pendaratan darurat hanya aman bila dilakukan di laut.

Jadi kalian itu renangnya di laut. Di air yang sangat banyak, dalam dan berombak. Tapi saat latihan resque penumpang ini biasanya dilakukan di kolam renang sih.

Cuman buat jaga-jaga dan biar kalian makin mantap dan siap mengemban profesi pramugari ini, jangan ragu buat terus belajar renang. Kalau perlu belajarnya di kolam renang berombak?

Pernah nggak sih terbayang saat kita berada di pesawat, mendadak melakukan pendaratan darurat? Admin belum pernah mengalami sendiri rasanya pendaratan darurat. Tapi kalau baca-baca kisahnya, seram sendiri.

Memang dalam sebuah situasi mencekam seperti itu. Kita pasti sangat panik. Para pramugari bahkan bisa saja pingsan duluan. Atau justru lupa dirinya harus melakukan apa.

Inilah gunanya pelatihan terus-menerus tentang bagaimana resque harus dilakukan. Pramugari tugasnya itu nggak cuma menyelamatkan dirinya saja. Namun juga masih memiliki tugas menyelamatkan para penumpang sebisa mungkin.

Kemampuan berenang yang harus dipelajari seorang pramugari ini juga menjadi sering tidak terpakai dalam kondisi nyata di lapangan? Mengapa? Soalnya sangat jarang terjadi pendaratan darurat di laut yang sukses terjadi.

Sebelum mendarat, pesawatnya sudah duluan kehilangan kendali hingga jatuh bebas dan meledak di dalam laut sana.

Bagaimana masih memikirkan berenang bisa menyelamatkan nyawa?

Tapi tetap saja, meskipun situasi kecelakaan pesawat itu membuat kemampuan berenang sering tidak terpakai. Tapi tak ada salahnya menguasai renang gaya apapun.

Tidak ada yang tahu nasib dan kematian seseorang.

Semua tergantung pada Tuhan. Kalau Tuhan masih menginginkan nyawa kita selamat. Tentu berenang bisa menjadi solusi sebelum kita diselamatkan oleh tim SAR.

Berenang di lautan lepas itu tidak seperti di kolam renang.

Mau kuat berapa lama berenangnya? Apalagi jika tanpa pelampung?

Itulah kenapa para pramugari harus selalu ingat, yang pertama dipakai itu pelampung. Jangan pikirkan hal lain dulu. Pelampung harus melekat dulu di tubuh.

Jika tidak sempat memakai pelampung. Mau kuat berapa lama terombang-ambing di lautan lepas? 1 jam, 2 jam, atau hanya 15 menit kemudian menyerah?

Mau kuat berapa lama melawan dinginnya air laut dan panasnya sengatan matahari di samudera yang dalam? Pernahkah para calon pramugari memikirkan?

Kemampuan berenang itu sebetulnya hanyalah nomor satu dari tahapan penyelamatan diri sendiri. Masih ada nomor-nomor lain yang akan kalian ketahui kalau mau belajar di sekolah pramugari.

Nomor dua setelah berenang adalah bergerak menjauhi bangkai pesawat. Kita tidak akan pernah tahu, apakah bangkai pesawat yang berhasil mendarat darurat itu benar-benar aman atau tidak. Bagaimana jika tiba-tiba meledak?

Dapat disimpulkan bahwa kemampuan berenang pramugari itu sebenarnya “tidak wajib” tapi sebatas untuk jaga-jaga perlindungan diri, jadi sebaiknya kalian bisa.

Di dalam seleksi pramugari, kalian tidak akan dites apakah bisa berenang atau tidak. Tapi nanti bakal ada sesi training, di mana kalian bakal disuruh meluncur di air pakai pelampung.

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Pramugari Jika Terjadi Kecelakaan

Berikut kami susun langkah-langkah penyelamatan diri yang bisa dilakukan pramugari:

  • Memakai pelampung
  • Keluar melalui pintu darurat yang tentunya telah berubah menjadi seluncuran
  • Jika masih memiliki hati nurani, pikirkan keselamatan penumpang. Jika sudah tidak mampu berpikir jernih. Selamatkan diri sendiri dulu
  • Kalau ingin menyelamatkan orang lain, pastikan diri sendiri dalam posisi aman dan selamat dulu. Jangan sok heroik! Prinsip resque memang keselamatan diri sendiri paling utama.
  • Segera berenang menjauhi badan pesawat
  • Jika sudah cukup jauh dari pesawat, hemat tenaga
  • Jangan bergerak terus. Pelampung akan membuat pramugari terus terapung walau tidak bergerak
  • Bagaimana jika kebetulan pramugarinya berenang bebas, tanpa pelampung? Maka cari benda apa saja agar tubuh tidak tenggelam. Kalau tidak nemu, jangan panik.
  • Sebisa mungkin hemat tenaga dan pastikan kepala dan wajah agar tidak kena air
  • Cobalah berbaring terlentang di atas air. Ya, berbaring seperti tiduran di atas air. Regangkan tangan dan kaki. Jangan takut. Ini adalah teknik praktis agar tidak tenggelam

Bukanlah mitos bahwa pramugari harus mahir renang. Hanya saja selain renang, harus paham teknik Marine Survival. Bertahan hidup saat jatuh di lautan lepas. Bagaimana caranya ini? Sungguh jika tidak dengan mental baja dan doa yang terus dipanjatkan.

Mustahil siapapun bisa bertahan hidup.

Dengan tugas yang seberat inilah, para pramugari harus memiliki jiwa dan fisik yang kuat. Kelihatannya enak banget sih kerja jadi pramugari itu.

Cuma terbang bentar, mendarat. Tapi dari sebentar maupun lamanya terbang itu, kita tidak ada yang tahu “takdir lain” itu bisa saja terjadi.

Apakah Pramugari Harus Melayani Pilot?

Tugas-Tugas Nyata Seorang Pramugari, Pramugari Melayani Penumpang

Pramugari Melayani Penumpang, Bukan Pilot

Ini pertanyaan yang sangat sembrono dan mengandung mitos yang sangat aneh. Tapi banyak digosipkan dari mulut ke mulut.

Tidak ada dalam job description bahwa pramugari itu harus melayani pilot. Ingat guys, “melayani” di sini punya konotasi negatif sebagai kegiatan yang seksuil. Jadi emang “konyol banget”.

Tugas-Tugas Seorang Pramugari

Benar sih, tugas pramugari melayani pilot. Namun melayani dalam konteks kerja awak kabin yaitu:

  • Membantu tugas pilot dalam mengatur penumpang agar tetap tenang, nyaman dan tidak memicu kegaduhan dan keresahan
  • Mengecek daftar manifest
  • Mengantarkan penumpang yang kebingungan cari seat-nya
  • Membuka pintu pesawat
  • Menutup pintu pesawat
  • Membantu pasang safety belt-nya
  • Menyiapkan dan menyajikan makanan
  • Menjaga kebersihan pesawat, termasuk toiletnya juga
  • Memberikan salam, sambutan serta mengajak berdoa
  • Memberikan instruksi dan peragaan tentang bagaimana jika terjadi pendaratan darurat (pemasangan life support seperti pelampung)

Tugas-tugas di atas sesungguhnya adalah bentuk tugas pelayanan kepada seluruh penumpang pesawat, tak terkecuali pada pilot. Jadi nggak ada deh “service yang kelam dan abu-abu begitu” dalam dunia penerbangan.

Tapi nggak bisa dipungkiri memang ada “oknum” yang begitu nakal terlibat skandal “pelayanan negatif”. Tapi tetap saja, itu disebabkan karena pilihan hidup dan kepribadian masing-masing orang.

Pekerjaan sebagai pramugari itu pekerjaan yang sulit dan mulia. Harusnya tidak dicederai dengan attitude yang buruk demikian. Semoga kita terhindar dari masalah-masalah “service” aneh itu ya, guys?

Tapi kalau buat yang menganggap pertanyaan itu memiliki makna positif. Maka seorang pilot pun benar akan dilayani oleh pramugari. Para pramugari juga akan menyediakan kebutuhan mereka selama di pesawat.

Entah makanan, minuman atau lainnya.

Jangan mikir aneh-aneh dan percaya sama gosip yang berdosa itu ya, guys? Kalau sejak masuk jadi pramugari udah paranoid gini.

Nantinya malah jadi nggak fokus kerja.

Masalah ini sebenarnya adalah tentang karakter dan pengalaman pribadi masing-masing orang. Masalah ini juga pilihan hidup masing-masing orang.

Kalau seorang pramugari, disuruh melayani pilot. Coba deh dijawab secara rasional. Apakah ini memungkinkan? Sepertinya tidak, kan?

Kecuali pramugari itu adalah pacarnya, mungkin iya ada “kejadian-kejadian” macam itu? Hehehe… kan banyak tuh pramugari dan pilot cinlok dan akhirnya malah nikah sekalian.

Tapi drama tentang percintaan yang putih maupun hitam dalam dunia pramugari itu sama sekali bukan bagian dari fenomena yang lazim terjadi. Ada terjadi, tapi tidak mesti dan tidak banyak.

Jadi kita cukup memaklumi saja dengan perilaku mereka. Biar bagaimana pun, awak kabin juga adalah manusia.

Itu adalah perilaku di balik layar dan tidak ada yang dapat membuktikannya kecuali mereka buka mulut sendiri dan ketahuan?

Daripada melayani pilot, masih banyak tugas kehidupan seorang pramugari. Yang seharusnya tugas-tugas ini membuatnya selalu waspada dan mawas diri.

Dulu sekolah pramugari dibiayai mati-matian oleh keluarga. Bukankah kini saatnya buat membalas budi mereka dengan bertingkah laku yang baik?

Jangan terseret dunia hitam yang begini. Konsekuensinya mengerikan dan menyakitkan. Tidak hanya karir saja yang terancam. Namun juga masa depan selamanya.

Perempuan, apapun profesinya harus menjaga dirinya. Dan buat para pilot juga mestinya tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Semua tindakan memalukan selalu ada konsekuensi.

Pramugari memang seorang pelayan. Tapi tidak berarti harus melayani segala hal, termasuk “yang gelap itu”. Skandal percintaan gelap macam ini memungkinkan terjadi di manapun.

Namun tidak berarti harus dimaklumi. Sebisa mungkin harus dihindari dan dilawan.

Kalau perlu dengan dibuat aturan bahwa tidak boleh berhubungan cinta di antara sesama karyawan maskapai. Meskipun aturan ini kolot. Tapi demi etika kerja, apa yang tidak bisa dilakukan perusahaan?

Mari berbicang secara pribadi dari hati ke hati. Ketika ada skandal macam itu. Menurut kalian, itu terjadi karena “pemaksaan” atau karena “suka sama suka”?

Segala perilaku hitam macam itu biasanya lebih banyak terjadi karena suka sama suka.

Hukum perzinahan di Indonesia tidak bisa menuntut mereka yang suka sama suka. Kecuali salah satu atau dua orang yang bercinta itu dilaporkan oleh pasangan resminya.

Begitu pun hukum profesi penerbangan. Rasanya mustahil bagi maskapai selalu mengawasi anak buahnya selama 24 jam. Kita tidak pernah tahu apa yang dilakukan para awak kabin selepas mereka bertugas.

Dan maskapai tentu sulit melarang karyawan untuk tidak berpacaran.

Apakah para pilot kemudian tidur dengan pacar pramugarinya di hotel? Apakah ini boleh? Ya, tentu saja boleh dalam sudut pandang “pergaulan bebas”.

Siapa yang akan melarang dua orang yang saling suka untuk bersama?

Yang jadi masalah adalah ketika mereka melakukannya di sela-sela jam kerja. Transit dan menginap di hotel itu bukan untuk “itu”.

Ini adalah bagian dari layanan maskapai kepada para karyawannya agar bisa beristirahat, prima dan produktif kerja.

Jadi jangan sampai deh, kelak ketika kalian udah jadi pramugari dan kebetulan punya pacar pilot. Kemudian “dengan mudahnya” menginap bareng di suatu tempat bernama hotel bintang lima itu.

Lucu dan gak etis saja. Kalian dimasukkan ke hotel buat bisa istirahat, bukan buat melakukan perbuatan asusila.

Oke sebagai penutupan, kembali lagi ke pertanyaan awal. Apakah seorang pramugari harus melayani pilot? Jawabannya adalah tidak. Ini mitos besar! Dan ini tidak menjadi bagian dari tugas asli seorang pramugari.

Jika sampai terjadi, maka itu adalah ulah oknum.

Apakah Pramugari Wajib Bisa Bahasa Inggris?

Pramugari Bisa Bahasa Inggris, Pramugari Harus Lancar Bahasa Asing

Belajar Bahasa di JAA

Kalau yang ini, jelas fakta ya teman-teman! Pramugari memang wajib bisa bahasa Inggris. Walaupun dirinya tidak bertugas di rute internasional.

Penguasaan akan bahasa Inggris ini sangat membantu dalam tugas sehari-hari saat terbang. Komunikasi dengan penumpang yang kebetulan berkewarganegaraan asing kan harus pakai bahasa Inggris.

Jangan sampai malu-maluin diri sendiri karena tidak bisa bahasa Inggris. Minimal percakapan dasar sehari-hari dan percakapan yang “biasa” terjadi di dalam pesawat.

“Admin bisa bahasa Inggris, nggak?” Wah, kalau ada yang nanya gini. Jujur, tidak terlalu terampil, tapi berusaha nggak malu-maluin. Apalagi teman-teman admin banyakan tinggal di luar negeri.

Makanya admin senang banget lihatin para siswa-siswi sekolah pramugari JAA yang semangat banget belajar bahasa Ingggrisnya. Soalnya mereka paham bahwa bahasa Inggris itu penting banget dipelajari.

Kalau dipikir-pikir, rakyat Indonesia memang sedikit aneh dan nasibnya kurang bagus kah? Kenapa begitu?

Coba bayangkan, sejak zaman TK udah diajarin bahasa Inggris sama guru di sekolah. Tapi kenapa nggak fasih-fasih?

Menurut kalian apa alasannya? Kalau menurut admin sih karena tidak dipraktekkan. Pembelajaran bahasa paling cepat adalah ketika kita berani mengucapkan. Berani bicara dengan orang lain yang juga bicara bahasa Inggris.

Admin mau cerita pengalaman pribadi. Di masa muda dulu, admin suka traveling keliling Indonesia. Di suatu sore, admin check in hotel untuk transit karena besoknya pagi-pagi sekali harus naik pesawat pagi-pagi banget.

Jadi nginap di hotel aja deh.

Kebetulan hotelnya tipe hotel budget gitu. Jadi ketemu deh sama turis-turis asing karena kamarnya kan tipe dorm gitu. Admin udah deg-deg-an banget. Takut diajak ngobrol.

Dan benar saja, begitu admin lewat depan dia dan senyum mengangguk.

Eh, malah diajak ngobrol. “Mampus deh…” pikir admin saat itu.

Dia adalah turis dari Selandia Baru yang akan pulang ke negaranya.

Dan admin cerita dalam bahasa Inggris bahwa admin berasal dari pulau Jawa.

Eh, dianya malah nggak ngerti “pulau Jawa” di mana.

Lucu banget deh… hari gini masih ada turis asing yang nggak tahu di mana Java Island.

Admin sebenarnya pengin nanya lebih banyak soal dia.

Tapi sudahlah, saat itu kan masih nggak lancar ngomongnya.

Dari kejadian “disapa” turis asing itu.

Admin jadi sadar bahwa kita yang sering berpetualang di daratan, udara dan lautan ini mesti sanggup ngomong pakai bahasa Inggris.

“Ngomong aja dulu deh”. Masalah benarnya, itu nanti belakangan.

Yang penting berani dulu bicara dan bertanya. Inilah trik utama cepat mahir bahasa Inggris.

Heran sih, udah belasan tahun belajar bahasa Inggris dari TK, SMP, SMA hingga kuliah.

Tetap saja nggak bisa. Ya inilah, inilah kuatnya bahasa Indonesia dan bahasa daerah kita.

Meskipun kita belajar bahasa Inggris sampai mati-matian. Kalau lawan bicara kita tidak berbahasa yang sama. Tentu menjadi sulit terbiasa.

Kalau kamu sekolah pramugari di JAA, maka bahasa Inggris sudah bukan kendala lagi. Soalnya di sini bakal diajarin sampai fasih dan “cas-cis-cus” kalau ngomong sama bule.

Soalnya staff-staff di JAA semuanya fasih bahasa Inggrisnya.

Jangankan ngomong sama penumpang bule. Kalau kamu kelak ikut interview di maskapai asing, pasti juga sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan sakral dan menjebak dalam bahasa Inggris yang diajukan jajaran HRD dan direksi.

Bekal penguasaan bahasa asing ini juga sangat dibutuhkan kalau kebetulan kamu ingin berkarir di maskapai internasional. Java Aviation Academy juga membekalimu dengan bahasa mandarin juga loh?

Tidak akan tersesat di belahan bumi manapun, orang yang menguasai bahasa Inggris. Namun akan selalu beruntung di belahan bumi manapun, orang yang menguasai bahasa isyarat.

Itulah kiranya peribahasa yang tepat buat menggambarkan kegunaan bahasa.

Ya, selain bahasa Inggris. Nggak ada salahnya juga kita yang berkarir di dunia penerbangan bisa memakai bahasa isyarat. Siapa tahu jadi mudah dalam berkomunikasi dengan para penumpang disabilitas. Dan mudah pula dalam berkomunikasi dengan para awak kabin.

Tapi tetap, sebelum bermimpi fasih bahasa Isyarat. Mending sih latih dulu aja bahasa Inggrisnya biar toefl-nya keren, terutama speaking sehari-harinya.

Siapa sih pramugari yang nggak pengin mengalami peningkatan karir dan pengalaman hidup? Kalau pengin punya jam terbang paling keren, cobalah mendaftar kerja di maskapai asing.

Tapi sekalipun di maskapai dalam negeri, tenang aja. Kini seluruh maskapai selalu memiliki program mewajibkan pramugarinya terbang di rute internasional. Pasti bakal dapat giliran.

Jadi siap-siap ya bahasa Inggrisnya? Belajar dengan tekun di sekolah pramugari bareng mentor-mentor berpengalaman. Nggak lucu banget kalau tiba-tiba aja kita diajak ngobrol penumpang. Tapi malah diam saja dan salting. Ini kan bakal menurunkan reputasi maskapai, kan?

Biar bagaimana pun, pramugari itu adalah penjaga gerbang terdepan soal reputasi maskapai. Jangan sampai nanti dapat review buruk karena pramugarinya dicap jutek dan payah bahasa Inggrisnya.

Apakah Jadi Pramugari Bisa Sambil Kuliah?

Latihan Pramugari, Seleksi Fisik Pramugari

Jadi Pramugari Bisa Sambil Kuliah Kok

Kerja sambil kuliah, bisakah? Pertanyaan ini sangat milenial kedengarannya?

Anak muda zaman sekarang kalau disuruh kerja apa kuliah. Pasti malah jawabnya “kerja sambil kuliah” aja. Apa ini memungkinkan ya? Kalau pekerjaan yang kita ambil adalah sebagai pramugari.

Ya, ini bukan mitos. Pramugari bisa banget kerja sambil kuliah. Malah banyak kok siswi sekolah pramugari JAA yang sedang kuliah semester awal hingga menengah.

Jurusan perkuliahan yang cocok untuk seorang pramugari ada banyak sih. Khususnya ilmu-ilmu murni dan teknis.

Kalau kamu di masa depan pengin jadi pramugari, tapi pengin tetap kuliah.

Coba aja ambil jurusan ilmu komunikasi, hubungan internasional, ekonomi, manajemen, bisnis bahkan sastra Inggris?

Ya, apapun jurusanmu, selama kamu suka artinya tidak masalah. Tapi pastikan kamu sanggup bagi waktu antara kuliah dan kerja.

Apalagi sekarang banyak kampus yang membuka program E-Learning sehingga kuliahnya full online. Bisa ditinggal kerja jadi pramugari. Dan di masa depan bisa mengantong ijasah sarjana atau magister pula.

Ya siapa tahu kan pengin pindah haluan, berhenti jadi pramugari? Ini banyak kasus terjadi. Baik karena merasa bosan kerja di penerbangan maupun karena sebab lain.

Tapi buat yang nggak suka pusing. Siapa tahu mikirnya “kerja aja udah pusing dan capek”. Apalagi kuliah? Lagian buat apa kuliah, sekarang aja udah mapan jadi pramugari dengan gaji yang besar.

Nggak ada salahnya juga mikir gitu. Soalnya urusan “menimba ilmu” itu tergantung pada orangnya. Ada orang yang memang sangat suka belajar. Dan ada yang sama sekali nggak tertarik belajar yang penting tetap dapat gaji.

Kalau kamu tipe yang mana nih? Kalau menurut JAA sih, di zaman sekarang, karir apapun, termasuk karir pramugari. Sangatlah mementingkan ijasah.

Kalau misalnya kita punya ijasah S-1, sekaligus ijasah sekolah pramugari. Ini artinya menjadi nilai lebih yang akan menarik minat maskapai buat merekrut kita.

Perempuan yang brilliant, beauty dan ber-attitude selalu memiliki “nilai banding” yang tinggi dalam sebuah sesi rekrutmen kerja di bidang apapun.

Apalagi di bidang penerbangan ini. Pasti akan menjadi daya tarik tersendiri bagi tim rekrutmen dari maskapai.

“Hai Isabela, apa alasanmu ingin menjadi pramugari? Padahal udah lulus kuliah dengan gelar sarjana ekonomi.” Tanya seorang petinggi maskapai saat sesi wawancara.

“Selamat siang pak. Alasannya karena saya memang dari dulu pengin jadi pramugari, pak. Dunia pramugari sangat cocok dengan karakter dan kepribadian saya yang suka bekerja mapan, namun memiliki mobilitas pergerakan yang tinggi.” Jawab Isabel dengan santai dan tenang.

“Kok nggak langsung daftar jadi pramugari aja dulu. Malah kuliah dulu dan sekolah pramugari dulu. Umurmu berapa?” Petinggi maskapai bertanya lagi.

“Iya Pak. Karena saya pengin punya bekal ilmu dan keterampilan dulu. Nggak mau tiba-tiba daftar, hanya modal nekad dan badan tinggi doang. Umur saya 22 tahun.” Jawab Isabela diiringi senyuman.

“Oh, emang berapa tinggi badanmu. Kayaknya rata-rata deh. Anak lain juga sama tingginya denganmu?” Cibir sang personalia.

“Makanya pak. Biar maskapai mau mempertimbangkan saya jadi pramugarinya. Saya harus memiliki nilai lebih, selain fisik.” Jawab Isabela dengan mantap.

Itulah kira-kira ilustrasi percakapan yang terjadi antara pelamar kerja pramugari dengan tim rekrutmen dari maskapai.

Tentu dari percakapan di atas kita bisa menilai bahwa sosok Isabela memiliki pandangan tersendiri tentang sekolah dan kuliah itu penting. Bahwa seorang pramugari tidak hanya membutuhkan “fisik” saja, tapi juga “knowledge and skill”.

Pasti banyak yang nanya, gimana caranya mengatur jam kerja, jam kuliah, jam istirahat dan jam bermain? Apakah sanggup?

Tenang saja sobat… meskipun kalian sudah bekerja jadi pramugari. Hidup kalian tidak benar-benar 24 jam × 30 hari terikat kerja dengan maskapai.

Ada kalanya kalian libur (nggak terbang) dan ini bisa dipantau melalui sistem aplikasi yang disediakan oleh maskapai. Jadi kita cenderung akan langsung tahu schedule kerjanya bagaimana dalam sebulan bahkan beberapa bulan ke depan.

Tapi jika kalian memang masih pengin kuliah sambil kerja. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana kalian bisa memiliki waktu untuk mengerjakan tugas. Jangan sampai kuliah malah jadi alasan mangkir dari jadwal terbang.

Ketika seseorang memutuskan kuliah sambil kerja. Artinya harus siap dengan segala tanggungjawab dan beban ganda. Jangan mengorbankan kesehatan fisik. Dan jangan pula malah setengah-setengah melakukan semuanya. Yang ada malah kacau semua.

Tips Kerja Sambil Kuliah Buat Pramugari

Berikut adalah tips kerja jadi pramugari sambil kuliah:

  • Ambil program perkuliahan khusus karyawan
  • Cobalah ikuti kelas E-Learning (pembelajaran secara online)
  • Jangan memaksakan ambil banyak SKS, semampunya saja
  • Berkomitmen untuk tidak pernah bolos kuliah dan bolos kerja
  • Memiliki kondisi keuangan yang memang stabil (ada anggaran yang pasti)
  • Siap selalu bekerja sesuai SOP
  • Belajar dengan tekun dan rajin nanya-nanya ke teman jurusan, takutnya ada ketinggalan informasi

Nah, itulah beberapa tips yang bisa dicoba buat kalian yang mantap buat kerja sambil kuliah. Semua tips di atas bisa langsung diuji-cobakan selagi kalian mengikuti sekolah pramugari.

Soalnya, banyak juga anak calon pramugari yang udah kuliah, eh juga sambil sekolah di lembaga pendidikan seperti Java Aviation Academy.

Cara Mendaftar Sekolah Pramugari di Java Aviation Academy

Jadwal Rekrutment Java Aviation Academy, Seleksi Walk in Interview Java Aviation Academy

Daftar JAA, Yuk!

Gimana, guys? Dari semua penjelasan di atas, benar banget kan kalau mitos dan faktanya bikin kalian pernah mikir berlebihan dan takut buat masuk sekolah pramugari?

Ya udah, sekarang kan kalian udah ngerti. Mana mitos dan mana fakta. Udah saatnya buat meresmikan proses belajar kalian di sekolah pramugari Java Aviation Academy. Yuk admin tunggu pendaftaran kalian di JAA.

“Gimana sih kak, cara daftar JAA?” Caranya gampang banget kok, tinggal klik aja laman pendaftaran online di sini. Kalau masih bingung, jangan sungkan buat nanya-nanya sama admin di whatsapp +6281288989850.

Kami hanya ingin menghimbau, bahwa teman-teman sebaiknya jangan berspekulasi dan membuat ukuran-ukuran tentang pramugari harus begini dan begitu. Terutama soal kondisi fisik.

Tiap orang terlihat berbeda dengan kelebihannya masing-masing. Maka dari itu, para calon pramugari juga memiliki pesona tersendiri yang tidak sebatas pada kecantikan fisik pula. Gunanya sekolah pramugari sebenarnya ini, untuk menggali potensi yang lebih dari sekadar kondisi fisik.

Wajah biasa bisa diperbaiki dengan make-up. Tubuh yang gendut bisa dikurangi dengan program diet.

Namun ilmu dan attitude yang “seharusnya ada” dalam mengemban profesi pramugari hanya didapatkan melalui proses pembelajaran intensif di sekolah pramugari seperti Java Aviation Academy.

Manfaat dan Keuntungan Masuk Sekolah Pramugari

Beberapa keuntungan yang bakal diperoleh dari masuk lembaga pendidikan pramugari yaitu:

  • Mendapatkan transfer ilmu yang memang dibutuhkan oleh seorang pramugari
  • Menambah kenalan, link dan channel tentang orang-orang yang nyata kerja di dunia penerbangan
  • Menjamin diterima kerja karena sekolah pramugari berusaha menyalurkan ke maskapai sampai lolos
  • Memiliki teman sesama calon pramugari yang bisa diajak sharing

Mereka yang lulusan sekolah memiliki presentasi lebih besar untuk diterima kerja di maskapai. Daripada mereka yang tidak.

Profesi pramugari itu seperti pilot. Ada keahlian khusus dan sertifikasi yang seharusnya dijalani. Berbagai matrikulasi pendidikan yang diberikan oleh lembaga seperti Java Aviation Academy akan menjadi basic  ilmu dan nilai sempurna di mata maskapai.

Memang untuk melamar kerja jadi pramugari tidak harus lulusan sekolah. Tapi perusahaan manapun tentu akan lebih memprioritaskan mereka yang punya pengalaman dan proses pembelajaran dulu. Biar pas magang dan pelatihan, nggak blank banget.

Syukurlah sekarang kesadaran para calon pramugari sudah sangat bagus. Di mana mereka dengan cepat dan sigap langsung memutuskan buat sekolah pramugari dulu, sebelum melamar kerja.

Meskipun sebelumnya mereka ragu karena takut biayanya mahal atau alasannya lainnya. Ini artinya banyak calon pramugari telah menyadari bahwa proses rekrutmen oleh Airlines saat ini seakan memiliki banyak sekali lapisan yang sulit ditembus, tanpa ilmu dan skill yang diasah.

JAA yakin, kalian para calon pramugari memang punya kualifikasi yang sangat bagus untuk mengemban profesi ini. Hanya saja, dengan belajar di sekolah dulu, otomatis kualifikasi kalian akan meningkat. Soalnya JAA akan menyingkap satu per satu bakat dan skill kalian yang tersembunyi.

Emangnya seribet itukah buat jadi pramugari? Harus jenius dulu, baru diterima? Ya nggak gitu juga.

Kejeniusan seorang pramugari adalah saat dirinya bisa menggali semaksimal mungkin potensi dan bakat dalam dirinya. Sehingga memancar aura terang dari dirinya yang akan memikat maskapai buat merekrutnya.

Coba perhatikan para pramugari yang kini telah bertugas. Mereka adalah orang-orang hebat. Bagaimana cara mereka bisa sangat percaya diri? Tampil rapi dan cantik? Bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik?

Apakah itu bakat bawaan? Tentu tidak semua… Mereka telah melalui proses belajar yang panjang.

Pengalaman kerja dan jam terbang mendidik mereka untuk memperbaiki kualitas dari hari ke hari.

Bagaimana? Sudah siap buat berdiri di antara mereka? Apakah teman-teman telah siap mengenakan uniform dari maskapai impian?

Coba cek sepatu kalian, baju kalian saat ini kalau perlu lihat ke dalam bola mata kalian. Apakah untuk saat ini, kalian yakin maju ke sistem rekrutmen dan pasti lolos?

Dalam bahasa Jawa ada pepatah “ajining diri saka lathi dan ajining raga saka busana”. Seorang pramugari sungguh dilihat dari bagaimana tutur kata dan penampilannya.

Ini bukan melulu soal kecantikan. Namun soal presentasi diri. Pengemasan diri. Adaptasi diri. Harus bagaimana sih jika kita bekerja sebagai pramugari?

Memang seluruh maskapai memiliki sesi pelatihan bagi pramugari barunya. Namun tentu pelatihan ini akan sulit bagi mereka yang sama sekali tidak pernah sekolah pramugari.

Dan akan terasa sangat mudah, bagi mereka yang pernah menimba ilmu di Java Aviation Academy selama 3 bulan.

Yuk langsung daftar JAA aja teman-teman. Kalian pasti capek kan baca artikel yang super panjang ini? Ya, admin minta maaf atas ceramah yang panjangnya 5 km ini.

Soalnya admin sangat cinta pada kalian dan berharap segera bertemu kalian di kelas.

Admin mewakili Java Aviation Academy, menyambut dengan sukacita para siswa-siswi baru tiap tahunnya. Semoga kami bisa mengantar adik-adik semuanya sukses dengan cita-citanya.

Tidak ada harapan kami selain melihat pramugari Indonesia semakin maju dan cerdas. Semakin berwawasan dan memiliki sikap yang baik.

Kami berharap sistem pendidikan pramugari di sekolah pramugari seperti JAA dapat menjadi pintu utama, tangga pertama, lapisan pertama. Menuju dunia kerja yang sesungguhnya.

Sebuah dunia yang tidak mudah nampak di sekeliling kita. Sebab dunia kerja ini berada di antara awan-awan yang menggantung di langit semesta. Jika kita tidak memiliki sayap untuk terbang ke sana, bagaimana bisa memasuki iklimnya?

Sekolah pramugari memberi kalian sayap untuk terbang. Sayap-sayap ilmu dan keterampilan agar benar-benar siap mengemban tugas berat saat mengangkasa.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WhatsApp chat