Sebelum kita membahas berapa lama sekolah pramugari berlangsung, Menjadi seorang pramugari adalah salah satu profesi yang cukup diminati. Profesi pramugari menjanjikan berbagai fasilitas termasuk gaji yang cukup tinggi, jalan jalan gratis, serta tunjangan tunjangan yang sangat menguntungkan. Untuk menjadi seorang pramugari, kita harus terlebih dahulu mendaftar ke sekolah pramugari yang akan memberikan pendidikan pramugari sehingga kita siap melakukan berbagai penerbangan domestik dan internasional.

Berapa Lama Sekolah Pramugari?

Berapa Lama Sekolah Pramugari?

Durasi Sekolah Pramugari

Menjadi seorang pramugari dibutuhkan keterampilan khusus. Maka dari itu, pendidikan pramugari dilakukan dengan sangat serius dan profesional. Durasi pendidikan pramugari akan berbeda beda tergantung lembaga penyelenggara. Namun biasanya tidak lebih dari satu tahun. Dalam kurun waktu yang cukup singkat, calon pramugari/siswa sekolah pramugari diajari beberapa hal termasuk service excellent untuk para penumpang, cara berkomunikasi yang baik dan benar, attitude, teknik penyelamatan.

Seorang pramugari dituntut harus berpenampilan maksimal, tidak lupa juga diajarkan cara make over diri sendiri, modelling serta table manner. Selain itu, seorang pramugari harus enak dipandang baik itu dari penampilan, attitude hingga cara berjalan. Pramugari yang berjalan bak model berkelas di catwalk, tentu lebih menarik dibanding pramugari yang berjalan dengan gaya tomboy. Beberapa teknik penyelamatan yang diajarkan antara lain mock up, fire fighting, dan wet drills. Teknik berenang dan aviation knowledge (pengetahuan tentang penerbangan) juga diajarkan. Sehingga setiap sekolah pramugari memastikan siswanya siap bekerja dan memiliki karir yang baik di maskapai tempatnya bernaung kelak.

Mengapa Sekolah Pramugari Memiliki Durasi yang Singkat?

Meskipun waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari satu tahun, jangan khawatir, karena dalam kurun waktu tersebut semua ilmu sudah disampaikan dengan baik. Waktu tersebut juga sudah termasuk tiga bulan PKL atau magang. Siswa sekolah pramugari memiliki kesempatan mempraktikan ilmu yang telah dipelajari secara langsung pada proses ini di maskapai tempat mereka magang. Hal ini membantu memantapkan dan menajamkan ilmu yang telah mereka dapat selama proses pembelajaran berlangsung.

Pada umumnya, sekolah pramugari berakreditasi A menetapkan durasi pendidikan selama 9 bulan, terdiri dari 6 bulan masa pendidikan dan 3 bulan PKL. Beberapa diantaranya ada yang menetapkan durasi pendidikan selama 7 bulan, terdiri dari 4 bulan masa pendidikan dan 3 bulan magang atau PKL. Durasi pendidikan ini jelas jauh lebih singkat dibanding jenjang pendidikan lain. Namun dipastikan waktu yang singkat ini digunakan dengan seefektif mungkin untuk menyampaikan seluruh ilmu dan melatih keterampilan. Dengan waktu yang lebih singkat, siswa pramugari lebih cepat bekerja dibandingkan siswa jenjang pendidikan lainnya.

Keuntungan Sekolah Pramugari yang Singkat

Dengan durasi Pendidikan yang singkat, diharapkan biaya operasional pun akan lebih kecil. Biaya Pendidikan pramugari bisa mencapai puluhan juta, dan ini belum termasuk biaya operasional seperti makan, tempat tinggal, serta biaya hidup lainnya. Maka dari itu, durasi Pendidikan yang lebih singkat memungkinkan siswa terjun ke dunia kerja lebih cepat dan menghasilkan uang lebih cepat. Bandingkan dengan jenjang Pendidikan lainnya yang membutuhkan waktu tiga tahun bahkan lebih, berapa biaya operasional dan biaya Pendidikan yang harus dikeluarkan? Anda bisa menghitungnya sendiri. Jumlahnya bisa mencapai ratusan juta. Sekolah pramugari tentu lebih minim biaya jika dibandingkan pendidikan lainnya karena durasinya lebih singkat, meskipun biaya awalnya mungkin lebih besar.

Penting sekali bagi semua calon siswa sekolah pramugari untuk memilih sekolah pramugari yang tepat, berakreditasi A, serta biaya pendidikannya terjangkau. Java Aviation Academy hadir sebagai salah satu pilihan terbaik baik anda untuk belajar pendidikan pramugari, sehingga anda lebih siap untuk terjun ke dunia aviasi sebagai seorang profesional.

Hai, guys! Kembali lagi nih sama blog JAA. Kali ini kami mau mengulas tentang mitos dan fakta yang berkembang di kalangan calon pramugari dan masyarakat awam.

Mitos dan fakta ini seringkali bikin siapapun jadi overthinking buat sekolah pramugari. Seperti ragu-ragu tapi mau gitu loh.

Buat kalian yang kebetulan lagi pengin banget masuk Java Aviation Academy, nggak ada salahnya baca artikel ini sampai tuntas. Biar kalian makin yakin bahwa nggak semua gosip tentang pramugari di luar sana itu benar.

Ya, namanya aja gosip. Dibuat oleh mereka yang nggak ngerti sama dunia pramugari yang sebenarnya. Jadi seenaknya aja mendeskripsikan bahwa pramugari itu harus begitu dan begini.

Mitos dan fakta seperti apa aja sih yang santer selama ini? Nih udah kami siapin 11 ulasannya:

Apakah Harus Perawan untuk Menjadi Pramugari?

Pramugari Cantik, Pramugari Indonesia, Stewardess

Apakah Pramugari Harus Perawan?

Beberapa tahun belakangan, sebut saja semenjak merebaknya penggunaan internet. Para pencari lowongan kerja biasanya sibuk membaca konten tentang persyaratan masuk dunia kerja.

Akhirnya mereka bertemu dengan konten-konten yang simpang siur karena dibuat hanya dari cerita turun-temurun yang mengandung bumbu hoax yang berlebihan. Seperti makan micin, membuat siapa saja ketagihan dan menganggapnya kebenaran.

Tak terkecuali dalam membidik lowongan kerja pramugari. Apa iya, kalau mau jadi pramugari harus perawan? Inilah pertanyaan hoax yang paling sakral.

Perawan atau virginity di kebudayaan masyarakat timur maupun barat masih menjadi “momok” dan “tolok ukur” bagi kebaikan seorang perempuan. Termasuk kelayakan pramugari juga digosipkan haruslah diuji melalui tes keperawanan.

Apakah benar demikian? Jawabannya adalah tidak. Pramugari harus perawan itu mitos besar yang didengungkan pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Jadi kalau kelak kamu tes masuk pramugari, nggak bakalan ada yang namanya tes keperawanan. Yang ada hanyalah tes fisik.

Alasan Logis Kenapa Pramugari Tidak Harus Perawan

  • Mirip sama mau jadi model top dunia. Kamu bakal dilihat kondisi fisiknya. Mulai dari berat badan, tinggi badan, kondisi kulit, susunan gigi, panca indera dan caramu dalam presentasi diri yang bisa ditunjang melalui latihan berjalan, berdiri, berbicara, table manner dan make-up.
  • Mungkin banyak yang bertanya, “masuk pramugari masa sih kayak mau jadi model, kenapa?” Ya, inilah sebenarnya tantangan dan value yang wajib diemban oleh tiap pelamar kerja pramugari.
  • Tiap-tiap lini bidang pekerjaan memiliki “standar” tentang bagaimana “look” harus ditampilkan. Menjadi pramugari harus siap dengan segala kualifikasi “look”yang diinginkan perusahaan Airlines.
  • Mengapa? Soalnya pramugari itu adalah pihak yang langsung berinteraksi dengan “customer” pengguna jasa transportasi penerbangan. Maka mereka harus sebisa mungkin memiliki penampilan yang menunjang.

Kalau kamu masuk Java Aviation Academy jangan heran kalau bakal diberikan kelas table manner dan make-up. Penguasaan yang baik akan cara menyajikan makanan, merias wajah dan berpakaian menjadi beberapa topik pembelajaran penting dalam sesi kelas ini.

Jangan lupa ya guys. Pramugari itu adalah cabin crew yang bertugas di garda depan pelayanan dan keselamatan penumpang. Jadi kondisi fisik pramugari, apalagi terkait virginity sama sekali bukan indikator diterima tidaknya seseorang dalam sebuah maskapai.

Daripada bicarakan hal-hal terkait Virginity, alangkah indahnya bila kita membicarakan “look” ini sebagai salah satu kriteria penting fisik pramugari yang mesti diperhatikan. Namun tetap ini bukanlah nilai mutlak yang harus dimiliki pramugari.

Namun yang perlu diingat bahwa “look” atau penampilan yang diujikan perusahaan kepada seorang pramugari selalu memiliki prinsip-prinsip akan etika dan komunikasi. Di mana prinsip ini akan tercermin dari bagaimana gaya busana yang diusung oleh maskapai.

Tentu pernah melihat kan bagaimana sebuah maskapai memiliki “citra” akan “look” nya. Seakan ada nilai tersendiri yang hendak disampaikan melalui penampilan dan busana seorang pramugari?

Sebut saja maskapai yang mengenakan uniform bertema batik, untuk tujuan menyampaikan pesan akan kesenian dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Ini sebetulnya menjadi salah satu “citra” yang hendak ditampilkan melalui gaya busana para pramugari.

Jika melihat dari sudut pandang gender, meletakkan indikator “perawan” pada standar kualifiksi pramugari juga tidak mencerminkan sebuah keadilan gender. Sebab mempertanyakan virginity ini sama saja melakukan usaha-usaha akan politik tubuh.

Atas nama kebaikan dan “standar”, jadi malah melekatkan stigma dan hipotesa yang pada akhirnya tidak menguntungkan seorang perempuan. Memang terkesan membawa kampanye akan moralitas ke dalam dunia kerja, namun di sisi lain fanatisme akan keperawanan ini justru bisa menghalangi masuknya bibit-bibit pramugari yang baik.

Jika mau bicara secara lebih gamblang, virginity meskipun ini “tabu” dan “sakral”, namun seakan bagaikan topik-topik pembicaraan SARA yang sudah seharusnya mulai ditinggalkan dari benak masyarakat awam maupun dari dalam proses rekrutmen tenaga kerja di dunia pramugari sendiri.

Bukan berarti menyalahi sebuah etika, hanya saja tema terkait syarat masuk pramugari harus perawan ini justru akan menggiring opini yang buruk, bahwa seolah-olah tugas dan kerja pramugari ke depannya hanyalah seputar “tubuh”.

Inilah yang kami maksud politik tubuh tadi. Memang benar “look” pramugari dibutuhkan untuk memberikan citra positif akan perusahaan. Hanya saja “virginity” sangat tidak relevan dimasukkan dalam standar kualifikasi penerimaan pramugari di era kontemporer.

Dan jika melihat ke dalam kasus sehari-hari, sebetulnya rekrutmen yang mensyaratkan “perawan” ini telah ditinggalkan sejak lama. Jadi kalau ada yang ingin mendaftar jadi pramugari di era sekarang, Airlines tidak akan menguji keperawanan sebagai bahan pertimbangan diterima tidaknya.

Di bidang pekerjaan lain, seperi masuk kepolisian tentu masih berlaku virginity test begini. Namun sungguh di bidang penerbangan, sekalipun seorang calon pramugari sudah tidak perawan lagi, ia masih bisa memiliki peluang kerja.

Sebab esensi bekerja sebagai pramugari adalah memberikan pelayanan transportasi yang nyaman, menyenangkan, cepat dan aman bagi semua orang. Pramugari bekerja dengan tenaga, pikiran, senyuman dan ketulusan mereka. Bukan dengan tubuh mereka.

Apakah Harus Cantik untuk Jadi Pramugari?